Acara KAMI Dihalangi Terus, Gatot Nurmantyo Makin Populer
Selasa, 29 September 2020 - 09:21 WIB
Refly berharap, peristiwa di Surabaya, Jawa Timur tidak terulang di daerah lain. "Sekadar deklarasi saja masak harus dilarang, apalagi misalnya deklarasi yang mengikuti protokol Covid-19 , dilakukan secara damai. Jadi kalau itu sudah ditempuh, tidak ada alasan untuk membubarkannya," ujar salah seorang deklarator KAMI ini seraya mengajak jangan kita saling menghalangi atau mengadang keinginan kita masing-masing untuk berkontribusi bagi negara ini.
Diketahui, kehadiran Gatot Nurmantyo di Surabaya , Jatim, Senin (28/9/2020) diwarnai demonstrasi sekelompok orang. Mereka berjaga di sekitar Gedung Juang 45 Surabaya yang menjadi tempat Silaturahmi Akbar KAMI. Mereka juga datang ke Graha Jabal Nur, Jalan Jambangan Kebon Agung Nomor 76 Surabaya, saat Gatot Nurmantyo menghadiri acara ramah tamah yang bersifat internal.
(Lihat Juga Foto: Underpass Senen Dipercantik Ornamen Khas Betawi ).
"Jadi begini, Pak Gatot itu mau ke Gedung Juang 45. Kami sarapan dulu di penginapan itu (Graha Jabal Nur, Jalan Jambangan Kebon Agung Nomor 76 Surabaya). Saat sarapan, itu kan banyak kiai dan tokoh masyarakat. Mereka lantas meminta Pak Gatot memberi sambutan. Baru di tengah jalan dibubarkan polisi. Di luar, ormas juga teriak-teriak dan melakukan intimidasi," kata Ketua Komite Eksekutif (KE) Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jatim Donny Handricahyono.
(Baca juga: KAMI Jatim Sayangkan Pembubaran Kegiatan di Surabaya ).
Diketahui, kehadiran Gatot Nurmantyo di Surabaya , Jatim, Senin (28/9/2020) diwarnai demonstrasi sekelompok orang. Mereka berjaga di sekitar Gedung Juang 45 Surabaya yang menjadi tempat Silaturahmi Akbar KAMI. Mereka juga datang ke Graha Jabal Nur, Jalan Jambangan Kebon Agung Nomor 76 Surabaya, saat Gatot Nurmantyo menghadiri acara ramah tamah yang bersifat internal.
(Lihat Juga Foto: Underpass Senen Dipercantik Ornamen Khas Betawi ).
"Jadi begini, Pak Gatot itu mau ke Gedung Juang 45. Kami sarapan dulu di penginapan itu (Graha Jabal Nur, Jalan Jambangan Kebon Agung Nomor 76 Surabaya). Saat sarapan, itu kan banyak kiai dan tokoh masyarakat. Mereka lantas meminta Pak Gatot memberi sambutan. Baru di tengah jalan dibubarkan polisi. Di luar, ormas juga teriak-teriak dan melakukan intimidasi," kata Ketua Komite Eksekutif (KE) Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jatim Donny Handricahyono.
(Baca juga: KAMI Jatim Sayangkan Pembubaran Kegiatan di Surabaya ).
(zik)
Lihat Juga :