AHY Meminta Pemerintah Mau Mendengarkan Rakyat
Sabtu, 26 September 2020 - 11:37 WIB
Putra sulung Presiden RI ke-6 ini menuturkan, setiap warga negara memang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, dan aspirasinya sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Namun, hak tersebut, harus digunakan secara bertanggung jawab. Di sisi lain, negara juga wajib mendengarkan suara rakyatnya, termasuk kritik, dan pendapat yang berbeda.
“Jangan karena kita tidak tahan menghadapi kritik, lalu kebebasan sipil dibatasi, dan kualitas demokrasi kita korbankan. Kritik dari masyarakat, adalah ekspresi kepedulian rakyat, terhadap pemimpinnya, dan kecintaan rakyat, terhadap negaranya. Rakyat ingin negara, pemerintah, dan para pemimpinnya, sukses,” terang AHY.
Karena itu, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute ini mengajak pemerintah untuk mendengarkan suara rakyat. Jika pemerintah pusat dan daerah mau mendengar rakyatnya, maka rakyat juga akan menghormati dan mencintai pemimpinnya.
“Saya ingin mengingatkan, demokrasi yang kita pilih dan rebut, melalui gerakan reformasi tahun 1998, dan juga, gerakan-gerakan rakyat lainnya, sepanjang sejarah Indonesia, tidak diperoleh dengan mudah,” ujarnya.
(Baca: Legislator Partai Demokrat Minta Ahok Tak Pencitraan)
“Jangan karena kita tidak tahan menghadapi kritik, lalu kebebasan sipil dibatasi, dan kualitas demokrasi kita korbankan. Kritik dari masyarakat, adalah ekspresi kepedulian rakyat, terhadap pemimpinnya, dan kecintaan rakyat, terhadap negaranya. Rakyat ingin negara, pemerintah, dan para pemimpinnya, sukses,” terang AHY.
Karena itu, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute ini mengajak pemerintah untuk mendengarkan suara rakyat. Jika pemerintah pusat dan daerah mau mendengar rakyatnya, maka rakyat juga akan menghormati dan mencintai pemimpinnya.
“Saya ingin mengingatkan, demokrasi yang kita pilih dan rebut, melalui gerakan reformasi tahun 1998, dan juga, gerakan-gerakan rakyat lainnya, sepanjang sejarah Indonesia, tidak diperoleh dengan mudah,” ujarnya.
(Baca: Legislator Partai Demokrat Minta Ahok Tak Pencitraan)
Lihat Juga :