Peringati HKI, BKKBN-Bayer Luncurkan Program Edukasi dan Akses Kontrasepsi

Jum'at, 25 September 2020 - 20:48 WIB
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengapresiasi dan menghargai program yang diluncurkan Bayer Indonesia dalam membantu BKKBN dan pemerintah dalam mencapai tujuan family planning di Indonesia. "Daerah intervensi yang dipilih juga sesuai dengan target BKKBN dalam menurunkan TFR," kata Hasto.

Untuk mengatasi hambatan akses kontrasepsi yang terjadi selama pandemi, BKKBN melakukan beberapa langkah strategis dan cepat, seperti layanan kontrasepsi bagi satu juta akseptor dari rumah ke rumah di seluruh Indonesia; membuat sistem informasi secara masif dengan menggunakan multi-level networking mencakup 34 provinsi, 514 kabupaten, 23.400 penyuluh lapangan dan 1,2 juta kader; dan menggunakan teknologi digital seperti KlikKB dalam pemberikan konseling kontrasepsi.

Dia menjelaskan selama masa pandemi Covid-19 terjadi penurunan akses terhadap layanan fasilitas kesehatan. Hal yang harus dicermati terkait kondisi ini yaitu dampak terdekatnya, terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan yang presentasinya hampir mencapai 17,5%.

"BKKBN berkomitmen untuk mencapai tujuan Family Planning 2020 (FP 2020) dalam menjamin akses ketersediaan kontrasepsi yang berkualitas dan terus memberikan informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi dan kontrasepsi kepada masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, BKKBN memandang penting kemitraan dengan berbagai pihak," ungkapnya.

Terkait kemitraan dengan BKKBN, dia mengaku, lebih dari 32 tahun, Bayer Indonesia mendukung pemerintah Indonesia dalam program Keluarga Berencana melalui produk-produk kontrasepsi yang inovatif serta edukasi kesehatan reproduksi dan kontrasepsi dalam program KB Mandiri (Lingkaran Biru). Selain itu, Bayer Indonesia, BKKBN dan IBI bersama-sama meluncurkan Hari Kontrasepsi Sedunia di Indonesia pada 2007.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!