Jadi Saksi Kebakaran, Cleaning Service Kejagung Diperiksa Lie Detector
Kamis, 24 September 2020 - 17:43 WIB
Proses penyidikan dan SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) baru diterima pada 18 September 2020. Proses penyidikan ini berjalan dengan tidak terlepas dari koordinasi dari tim penuntut, calon jaksa peneliti atau jaksa pentuntut umum yang mana, berlaku jaksa yang duduk di posko bersama Polri itu. (Baca juga: Jaksa Agung Jelaskan Kebakaran Gedung Kejagung ke Komisi III DPR )
"Sehingga, kami ingin jaksa yang sejak awal mengikuti penganangan perkara ini nanti akan duduk sebagai penuntut umum perkara ini. Sehingga akan terungkap dari sejak awal penyelidikan penyidikan maupun penuntutaan jaksa dapat menguasai sepenuhnya proses penyidikan maupun penuntutan perkara ini," kata Fadil.
"Bahwa tentang peran-peran lain kalau ada nanti, kita tidak akan menutup-nutupi kami akan bongkar siapapun pelakunya baik internal, kontraktor yang terlibat di sini," katanya.
Fadil juga membenarkan bahwa petugas kebersihan itu memiliki akses ke lantai 6 Gedung Utama Kejagung. Soal saldo rekeningnya yang mencapai Rp100 juta, pihaknya akan mendalami soal aliran dana tersebut.
"Ketika proses penyelidikan itu ada dilaporkan ke jaksa yang saya tunjuk, tapi ini dalam proses penyidikan kita dalami itu uang apa dan dari mana nanti itu akan kami bongkar karena kemarin proses penyelidikan, belum pro justitia, ketika penyidikan ini kami minta dari penyidik ungkap itu darimana uangnya," katanya.
"Sehingga, kami ingin jaksa yang sejak awal mengikuti penganangan perkara ini nanti akan duduk sebagai penuntut umum perkara ini. Sehingga akan terungkap dari sejak awal penyelidikan penyidikan maupun penuntutaan jaksa dapat menguasai sepenuhnya proses penyidikan maupun penuntutan perkara ini," kata Fadil.
"Bahwa tentang peran-peran lain kalau ada nanti, kita tidak akan menutup-nutupi kami akan bongkar siapapun pelakunya baik internal, kontraktor yang terlibat di sini," katanya.
Fadil juga membenarkan bahwa petugas kebersihan itu memiliki akses ke lantai 6 Gedung Utama Kejagung. Soal saldo rekeningnya yang mencapai Rp100 juta, pihaknya akan mendalami soal aliran dana tersebut.
"Ketika proses penyelidikan itu ada dilaporkan ke jaksa yang saya tunjuk, tapi ini dalam proses penyidikan kita dalami itu uang apa dan dari mana nanti itu akan kami bongkar karena kemarin proses penyelidikan, belum pro justitia, ketika penyidikan ini kami minta dari penyidik ungkap itu darimana uangnya," katanya.
(abd)
Lihat Juga :