Jokowi Serukan Dunia Bersatu Atasi Covid-19
Kamis, 24 September 2020 - 06:02 WIB
"Mendorong peningkatan kinerja, serta peran PBB kemudian menyerukan pentingnya seluruh negara terus memperkuat PBB dan multilateralisme," papar Retno.
Keprihatinan Indonesia dan banyak negara dunia lain, termasuk PBB, secara jelas mengarah pada rivalitas AS-China. Bahkan, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam sambutan yang direkam sebelumnya, secara vulgar mengatakan dunia tidak boleh diserahkan kepada persaingan antara China dan AS.
Presiden China Xi sebenarnya menggunakan pidato yang telah direkam sebelumnya itu sebagai ajang rekonsiliasi. Dia menyerukan semua pihak untuk bekerja sama mengatasi pandemi dan menekankan China tidak menginginkan adanya perang dingin atau perang dengan negara manapun.
Dalam pidato itu Xi menyindir Trump dengan menekankan perlunya respons global dan menempatkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pemimpin dalam penanganan pandemi.
“Kita seharusnya memperkuat solidaritas dan melalui ini (pandemi) secara bersama-sama. Kita seharusnya mengikuti petunjuk sains dan memberikan peranan kepada WHO untuk memimpin dan meluncurkan respons internasional. Segala upaya politisasi atau stigmatisasi harus ditolak,” ucap XI, dilansir Reuters.
Trump dan Xi, pemimpin negara ekonomi terbesar di dunia, bukan kali ini saja bersitegang, terutama dalam bidang perdagangan dan teknologi. Kondisi ini menyiratkan hubungan kedua negara pada level terburuk dalam beberapa dekade terakhir. (Baca juga: Riau Jadi Pusat Perhatian Penanganan Karhutla)
Trump yang menghadapi pemilu pada November mendatang seolah-olah tidak ingin disalahkan dalam penanganan pandemi di negaranya sehingga lebih menyerang China. Dia menuding Beijing mengizinkan orang meninggalkan China lebih awal sehingga menyebabkan dunia terinfeksi virus korona, sedangkan larangan bepergian domestik dilarang.
“Kita harus mendorong akuntabilitas bangsa yang menyebabkan wabah ini menyebar ke seluruh dunia, yakni China,” tuding Trump pada video yang sudah direkam sebelumnya. “Pemerintah China dan WHO yang mengontrol China telah salah mendeklarasikan bahwa tidak ada bukti penularan antarmanusia,” sebut Trump sembari mendorong PBB meminta China menjelaskan tindakannya.
Keprihatinan Indonesia dan banyak negara dunia lain, termasuk PBB, secara jelas mengarah pada rivalitas AS-China. Bahkan, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam sambutan yang direkam sebelumnya, secara vulgar mengatakan dunia tidak boleh diserahkan kepada persaingan antara China dan AS.
Presiden China Xi sebenarnya menggunakan pidato yang telah direkam sebelumnya itu sebagai ajang rekonsiliasi. Dia menyerukan semua pihak untuk bekerja sama mengatasi pandemi dan menekankan China tidak menginginkan adanya perang dingin atau perang dengan negara manapun.
Dalam pidato itu Xi menyindir Trump dengan menekankan perlunya respons global dan menempatkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pemimpin dalam penanganan pandemi.
“Kita seharusnya memperkuat solidaritas dan melalui ini (pandemi) secara bersama-sama. Kita seharusnya mengikuti petunjuk sains dan memberikan peranan kepada WHO untuk memimpin dan meluncurkan respons internasional. Segala upaya politisasi atau stigmatisasi harus ditolak,” ucap XI, dilansir Reuters.
Trump dan Xi, pemimpin negara ekonomi terbesar di dunia, bukan kali ini saja bersitegang, terutama dalam bidang perdagangan dan teknologi. Kondisi ini menyiratkan hubungan kedua negara pada level terburuk dalam beberapa dekade terakhir. (Baca juga: Riau Jadi Pusat Perhatian Penanganan Karhutla)
Trump yang menghadapi pemilu pada November mendatang seolah-olah tidak ingin disalahkan dalam penanganan pandemi di negaranya sehingga lebih menyerang China. Dia menuding Beijing mengizinkan orang meninggalkan China lebih awal sehingga menyebabkan dunia terinfeksi virus korona, sedangkan larangan bepergian domestik dilarang.
“Kita harus mendorong akuntabilitas bangsa yang menyebabkan wabah ini menyebar ke seluruh dunia, yakni China,” tuding Trump pada video yang sudah direkam sebelumnya. “Pemerintah China dan WHO yang mengontrol China telah salah mendeklarasikan bahwa tidak ada bukti penularan antarmanusia,” sebut Trump sembari mendorong PBB meminta China menjelaskan tindakannya.
Lihat Juga :