Ancaman Radikalisme Digital Meningkat, Pemda Diminta Jadi Garda Terdepan

Senin, 27 Juli 2026 - 18:03 WIB
Forum tersebut sekaligus menandai dimulainya implementasi RAN PE Fase II yang dipimpin Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Program ini menjadi pedoman nasional dalam memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis bukti.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan, RAN PE Fase II mengintegrasikan 111 target aksi ke dalam sembilan tema strategis yang akan dijalankan hingga 2029. "RAN PE Fase Kedua menjadi pedoman bersama dalam memperkuat sistem pencegahan nasional. Keberhasilannya bergantung pada kolaborasi seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia pendidikan, masyarakat sipil, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk membangun daya tangkal masyarakat, khususnya generasi muda," ungkapnya.

Penyusunan RAN PE Fase II didasarkan pada evaluasi ancaman sepanjang 2023–2025 yang menunjukkan masih adanya penyebaran paham radikal nihilistik serta upaya perekrutan oleh jaringan terorisme global melalui ruang digital dengan menyasar kalangan muda.

Untuk itu, strategi pencegahan diarahkan pada penguatan ketahanan keluarga, komunitas, lembaga pendidikan, serta ruang digital sebagai benteng utama menghadapi penyebaran paham ekstremisme.

Sembilan tema strategis dalam RAN PE Fase II meliputi Kesiapsiagaan Nasional, Penelitian dan Pengembangan, Ketahanan Komunitas dan Keluarga, Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Pemuda, Komunikasi Strategis, Media dan Sistem Elektronik, Deradikalisasi, Hak Asasi Manusia dan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Perlindungan Saksi dan Korban, serta Kemitraan Internasional.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!