Royal Dinner UKSW, Sultan Ternate ke-49 Desak Sahkan RUU Masyarakat Adat
Minggu, 26 Juli 2026 - 08:46 WIB
Hidayat juga menyoroti belum rampungnya pembahasan RUU Daerah Kepulauan yang menurutnya telah tertunda selama belasan tahun. Menurut dia, kedua regulasi tersebut sangat penting untuk memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat adat serta daerah kepulauan.
Dalam pidatonya, Sultan Ternate ke-49 itu mengingatkan bahwa sejarah berdirinya Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran kerajaan-kerajaan Nusantara yang secara sukarela bergabung membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Jangan lupa, kerajaan yang membentuk Republik! Ingat itu! Sekali lagi saya nyatakan di sini, kerajaan-kerajaan Nusantara yang membentuk Republik atas kerelaan para raja untuk bergabung dengan Soekarno," tegasnya.
Ia menambahkan, para raja memiliki kontribusi besar dalam proses pembentukan Indonesia sebagai negara merdeka sehingga keberadaan masyarakat adat dan kerajaan patut memperoleh perhatian negara melalui kebijakan yang berpihak.
Royal Dinner UKSW diawali dengan pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara. Sebagai penutup, digelar Festival Putri Keraton yang diikuti para putri kerajaan dan permaisuri dari berbagai kesultanan di Indonesia sebagai simbol pelestarian budaya dan komitmen menjaga kearifan lokal bagi generasi mendatang.
Dalam pidatonya, Sultan Ternate ke-49 itu mengingatkan bahwa sejarah berdirinya Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran kerajaan-kerajaan Nusantara yang secara sukarela bergabung membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Jangan lupa, kerajaan yang membentuk Republik! Ingat itu! Sekali lagi saya nyatakan di sini, kerajaan-kerajaan Nusantara yang membentuk Republik atas kerelaan para raja untuk bergabung dengan Soekarno," tegasnya.
Ia menambahkan, para raja memiliki kontribusi besar dalam proses pembentukan Indonesia sebagai negara merdeka sehingga keberadaan masyarakat adat dan kerajaan patut memperoleh perhatian negara melalui kebijakan yang berpihak.
Royal Dinner UKSW diawali dengan pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara. Sebagai penutup, digelar Festival Putri Keraton yang diikuti para putri kerajaan dan permaisuri dari berbagai kesultanan di Indonesia sebagai simbol pelestarian budaya dan komitmen menjaga kearifan lokal bagi generasi mendatang.
(zik)
Lihat Juga :