Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:48 WIB
"Tidak mudah untuk mengubah atau menghasilkan varietas tembakau baru dengan kadar nikotin sangat rendah. Bagaimana persiapannya, bagaimana nanti ke depan tata kelolanya, perubahan pupuknya. Semuanya perlu waktu, tergantung kesiapan pemerintah. Tidak bisa serta merta, itu sama saja dengan menyuruh petani dibunuh," ujar Muhdi.

Terpisah, petani tembakau Bondowoso M Yasid menyampaikan bahwa suara penolakan terhadap rancangan pembatasan kadar nikotin dan tar telah direspon dan diterima oleh Kemenko PMK. Ia menyebut pembahasan ambang batas nikotin dan tar belum pada produk tembakau belum akan diterapkan dalam waktu dekat.

"Substansi mengenai pengaturan kadar nikotin dan tar akan ditelaah dan dikaji secara komprehensif melalui koordinasi antar lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, industri dan masyarakat," kata Yasid.

Menurutnya, dengan memaksakan pembatasan kadar nikotin dan tar, akan mematikan varietas tembakau lokal khususnya yang ada di Jawa Timur. Ia menyebut Jawa Timur merupakan sentra tembakau yang memenuhi kebutuhan nasional.

"Pembatasan kadar nikotin dan tar ini menjadi ancaman nyata bagi petani di Jawa Timur. Di Jawa Timur, semua varietas yang ada di Jawa Timur, kandungan rata-rata nikotinnya minimal 2mg. Ini sangat berat sekali dan sangat merugikan petani," kata Yasid.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!