Mendagri Prihatin Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Padahal Sudah Retret-Pembekalan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:38 WIB
"Kemudian juga pembinaan pembinaan telah dilakukan, pernah dikumpulkan juga oleh bapak presiden di sentul, masih terjadi juga," sambungnya.

Meski demikian, Tito menilai pemerintah memiliki keterbatasan karena kepala daerah merupakan pejabat yang dipilih langsung oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa persoalan integritas tetap menjadi tanggung jawab masing-masing individu. "Pertama mereka memang dipilih rakyat ya rekrutmennya. Kedua, kembali ke integritas masing-masing orang," bebernya.

Tito berharap kasus OTT tersebut dapat menjadi peringatan bagi seluruh kepala daerah agar tidak melakukan pelanggaran hukum, khususnya tindak pidana korupsi. "Kepala daerah lainnya agar semua mawas diri melakukan introspeksi, jangan sampai melakukan pelanggaran apalagi tindak pidana korupsi," tegasnya

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Lombok Barat, NTB, pada Senin (20/7/2026). Dalam operasi tersebut, tim penyidik mengamankan 19 orang. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, tujuh orang, termasuk Bupati Lombok Barat Ahmad Zaini, dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim mengamankan sejumlah 19 orang, yang kemudian 7 orang di antaranya malam ini akan dibawa ke Gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!