Sastra Indonesia Mendunia: Karya Denny JA Segera Hadir dalam 35 Bahasa

Senin, 13 Juli 2026 - 23:45 WIB
“Sejarah biasanya mengingat para pemenang. Sastra mengingat mereka yang nyaris dilupakan. Sejarah menjelaskan apa yang terjadi, tetapi puisi membantu kita merasakan bagaimana rasanya berada di dalam peristiwa itu,” tuturnya.

Lihat video: Sudi Bahasa dan Sastra Indonesia Jadi Budaya di Kancah Internasional



Melalui genre puisi esai—sebuah perpaduan antara puisi naratif dan catatan kaki faktual—pembaca diajak merasakan beban emosional para korban yang didasarkan pada peristiwa sejarah yang terdokumentasi.

Salah satu puisi yang paling menyentuh dalam buku ini berkisah tentang keluarga Nguyen, pengungsi Vietnam yang berlayar di Laut Cina Selatan. Di tengah ombak dan ancaman kematian, seorang ayah hanya mampu meminta putrinya memejamkan mata dan membayangkan sebuah negeri yang ramah.

“Bagi kami, adegan itu menunjukkan hakikat sastra. Statistik mampu mengejutkan, tetapi satu wajah manusia sering kali jauh lebih sulit dilupakan daripada jutaan angka,” ucapnya.

Karena itulah buku ini dipandang memiliki daya jangkau universal. Tangisan seorang ibu di Hiroshima dapat dipahami di Brasil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!