Pilkada Dilanjutkan, Cakada Didorong Beri Teladan untuk Protokol Kesehatan

Selasa, 22 September 2020 - 13:40 WIB
"Soal pilkada pemerintah telah sepakat dengan Komisi II untuk lanjutkan proses tahapan pilkada dan tentu harus kita amankan, ini merupakan kebijakan politik negara. Ada beberapa rekomendasi yang akan disampaikan oleh Satgas, kami ada perwakilan kalau di Satgas dan para pakar epidemiologist, kesmas. (kesehatan masyarakat)," kata Doni.

Doni menguraikan, ada rekomendasi yang tidak bisa dijelaskan secara detail, seperti penggunaan sarung tangan pada saat pencoblosan, ketersediaan hand sanitizer, berapa orang yang harus masuk ke TPS (tempat pemungutan suara) dan waktunya, sehingga jaga jarak bisa tetap dilakukan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini juga mengakui bahwa yang paling berat adalah menghindari kerumunan. Karena pada dasarnya, pesta demokrasi adalah pengumpulan massa, meski KPU sudah membatasi maksimal 100 orang. Sehingga, perilaku dan keteladanan para peserta pilkada untuk menerapkan protokol kesehatan harus didorong.

"Dengan gini masyarakat bisa nilai dari awal dengan cara lihat perilaku dan keteladanan. Kalau dari awal kita lihat peserta pilkada teladan dan dia patuh inilah yang harus kita dorong, karena kita enggak tahu kapan pandemi berakhir," ujarnya.

Bahkan kata Doni, keberadaan vaksin pun belum bisa menjamin Covid-19 ini akan berakhir, karena belum tentu semua bisa mendapatkannya. Beberapa negara yang sudah bangga menekan laju Corona tapi masih ada lagi di negara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!