Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
Senin, 06 Juli 2026 - 18:18 WIB
Dia menilai persepsi tersebut sejalan dengan kondisi pendapatan masyarakat. Survei yang sama mencatat 39,7 persen responden mengaku pendapatannya tidak meningkat, sedangkan 30,5 persen mengalami penurunan karena usaha melambat dan hanya 5,9 persen yang memperoleh kenaikan gaji atau upah.
"Data itu menunjukkan persoalan utama bukan sekadar kenaikan harga, tetapi melemahnya kemampuan masyarakat memperoleh penghasilan. Ketika dunia usaha menahan ekspansi, perekrutan tenaga kerja ikut melambat dan pendapatan pekerja maupun pelaku UMKM ikut tertekan," ungkapnya.
Agus mengingatkan tekanan tersebut berpotensi memperlemah konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi itu juga membuat kemampuan masyarakat menyimpan dana cadangan semakin terbatas.
Survei tersebut mencatat 59,9 persen responden belum siap menghadapi kondisi ekonomi yang lebih berat karena tidak memiliki tabungan maupun dana darurat. Di sisi lain, hanya 37,1 persen responden yang mengaku memiliki kesiapan finansial.
"Kerentanan ini harus dijawab dengan kebijakan yang menyentuh akar persoalan. Pemerintah perlu mempercepat penciptaan lapangan kerja, memperkuat sektor padat karya, memperluas akses pembiayaan UMKM produktif, dan memastikan program perlindungan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang kehilangan penghasilan," kata Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Mesin UI 2024-2027 ini.
"Data itu menunjukkan persoalan utama bukan sekadar kenaikan harga, tetapi melemahnya kemampuan masyarakat memperoleh penghasilan. Ketika dunia usaha menahan ekspansi, perekrutan tenaga kerja ikut melambat dan pendapatan pekerja maupun pelaku UMKM ikut tertekan," ungkapnya.
Agus mengingatkan tekanan tersebut berpotensi memperlemah konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi itu juga membuat kemampuan masyarakat menyimpan dana cadangan semakin terbatas.
Survei tersebut mencatat 59,9 persen responden belum siap menghadapi kondisi ekonomi yang lebih berat karena tidak memiliki tabungan maupun dana darurat. Di sisi lain, hanya 37,1 persen responden yang mengaku memiliki kesiapan finansial.
"Kerentanan ini harus dijawab dengan kebijakan yang menyentuh akar persoalan. Pemerintah perlu mempercepat penciptaan lapangan kerja, memperkuat sektor padat karya, memperluas akses pembiayaan UMKM produktif, dan memastikan program perlindungan sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang kehilangan penghasilan," kata Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Mesin UI 2024-2027 ini.
Lihat Juga :