5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:32 WIB
Namun sekitar pukul 18.00 WIB, keluhan sesak napas kembali muncul. Rifki kembali dibawa ke Ruang Kesehatan dan dirujuk ke IGD RSAU dr Esnawan Antariksa pada pukul 18.25 WIB.
Di rumah sakit, Rifki menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes laboratorium, EKG, foto toraks, pemasangan alat bantu napas, hingga perawatan di ICU. Meski telah dilakukan penanganan intensif, kondisinya terus menurun.
"Berdasarkan resume medis dan laporan khusus, penyebab kematian berkaitan dengan pneumonia (infeksi paru-paru) yang disertai komplikasi medis. Dalam riwayat kesehatan juga terdapat informasi mengenai hipertensi dan obesitas yang menjadi bagian dari evaluasi medis," imbuh dia.
Pada Jumat (26/6), Nola mengikuti kegiatan pembelajaran CMI dan Teknik Perkebunan di dalam kelas tanpa mengeluhkan masalah kesehatan.
Sekitar pukul 18.45 WIB, ia mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan Satdik kemudian memberikan penanganan awal sebelum merujuknya ke IGD RS Singkawang.
Pukul 19.20 WIB, Nola tiba di IGD dan langsung mendapat penanganan medis. Setelah dilakukan stabilisasi, ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk penanganan lebih lanjut.
Sekitar pukul 20.20 WIB, almarhumah tiba di rumah sakit rujukan dan segera menjalani penanganan lanjutan.
"Dalam proses perawatan terjadi henti jantung sehingga dilakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan tindakan kardioversi. Namun kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB dinyatakan meninggal dunia," tutur Ketut.
Di rumah sakit, Rifki menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes laboratorium, EKG, foto toraks, pemasangan alat bantu napas, hingga perawatan di ICU. Meski telah dilakukan penanganan intensif, kondisinya terus menurun.
"Berdasarkan resume medis dan laporan khusus, penyebab kematian berkaitan dengan pneumonia (infeksi paru-paru) yang disertai komplikasi medis. Dalam riwayat kesehatan juga terdapat informasi mengenai hipertensi dan obesitas yang menjadi bagian dari evaluasi medis," imbuh dia.
5. Nola Dya Sari – Satdik C Kalimantan
Pada Jumat (26/6), Nola mengikuti kegiatan pembelajaran CMI dan Teknik Perkebunan di dalam kelas tanpa mengeluhkan masalah kesehatan.
Sekitar pukul 18.45 WIB, ia mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan Satdik kemudian memberikan penanganan awal sebelum merujuknya ke IGD RS Singkawang.
Pukul 19.20 WIB, Nola tiba di IGD dan langsung mendapat penanganan medis. Setelah dilakukan stabilisasi, ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk penanganan lebih lanjut.
Sekitar pukul 20.20 WIB, almarhumah tiba di rumah sakit rujukan dan segera menjalani penanganan lanjutan.
"Dalam proses perawatan terjadi henti jantung sehingga dilakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan tindakan kardioversi. Namun kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB dinyatakan meninggal dunia," tutur Ketut.
(shf)
Lihat Juga :