Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Rabu, 24 Juni 2026 - 17:18 WIB
Bagi Lora Shofwan, dinamika pelaksanaan Konbes dan Munas NU di Ploso Kediri kemarin, telah membuka tabir yang sesungguhnya tentang NU yang ditarik sepenuhnya didalam arus besar kekuasaan.
“NU sekarang tidak lagi menjadi civil society atau pusat keseimbangan strategis yang hidup di tengah masyarakat; yang berkhidmah melayani keluh kesah rakyat demi kemashalatan umat,” umbuhnya.
Lora Shofwan menyebut sepanjang pengurus PBNU menjadi pejabat politik maka sepanjang itu pula NU tidak bisa menegaskan posisinya sebagai pembawa risalah dan kemashlahatan umat.
“Coba lihat keputusan Muktamar ke-20 NU Tahun 1954. NU tegas melarang pengurus merangkap jabatan politik di pemerintahan. Kenapa? Pasti soal konflik kepentingan dalam membawa NU sesuai khittahnya,” paparnya.
“NU sekarang tidak lagi menjadi civil society atau pusat keseimbangan strategis yang hidup di tengah masyarakat; yang berkhidmah melayani keluh kesah rakyat demi kemashalatan umat,” umbuhnya.
Lora Shofwan menyebut sepanjang pengurus PBNU menjadi pejabat politik maka sepanjang itu pula NU tidak bisa menegaskan posisinya sebagai pembawa risalah dan kemashlahatan umat.
“Coba lihat keputusan Muktamar ke-20 NU Tahun 1954. NU tegas melarang pengurus merangkap jabatan politik di pemerintahan. Kenapa? Pasti soal konflik kepentingan dalam membawa NU sesuai khittahnya,” paparnya.
(shf)
Lihat Juga :