Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:18 WIB
loading...
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35 NU pada awal Agustus 2026, kondisi internal ormas Islam terbesar di Indonesia semakin dinamis. Hal itu terlihat dalam Konbes dan Munas NU. Foto/Dok.SindoNews
A A A
BANGKALAN - Jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada awal Agustus 2026, kondisi internal ormas Islam terbesar di Indonesia semakin dinamis. Hal itu terlihat dari perhelatan Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) NU baru-baru ini digelar.

Pengasuh PP Sembilangan, Bangkalan, Madura, KH Muhammad Shofwan Taj yang dikenal Lora Shofwan menuturkan, NU saat ini bisa dilihat perwajahannya di Konbes dan Munas di Ploso, Kediri, Jawa Timur yang berlangsung pada 20-22 Juni 2026.

Baca juga: PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang

"NU tepat diumur 100 tahun kalender miladiyah berada dalam kondisi kritis," ujarnya, Rabu (24/6/2026).



Pengasuh pesantren yang berdiri sejak pertengahan abad 18 ini menyebut fenomena selama Konbes dan Munas menjadi cermin pragmatisme dan kapitalisasi jam’iyyah sudah menjangkiti secara akut pada struktur dan kader organisasi.

"Kehadiran masyayikh NU dan sesepuh pesantren di tengah-tengah mereka tidak lagi dipertimbangkan dan dijadikan petunjuk moral berjam’iyyah," katanya.

Baca juga: Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa

Saat sidang pleno III Konbes dan Munas NU di Ploso terlihat bagaimana mereka bermanuver di hadapan para masyayikh NU dan sesepuh pesantren. Tanpa adab dan unggah-ungguh santri, mereka meluapkan pikiran dan sikap emosional.

“Bila itu ditiru generasi berikutnya, awan gelap akan terus menyelimuti NU. Kalau sudah seperti ini, Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari telah mengingatkan dalam fatwanya di kitab ‘tanbih an-nahdliyyin’ karya KH Imam Zarkasyi Junaidi, Banyuwangi tentang kerusakan NU bila pragmatisme meluas di dalam jam’iyyah,” ujarnya.

Mengutip fatwa Kiai Hasyim Asy’ari, Lora Shofwan mengatakan, beruntunglah para pemimpin jam’iyyah Nahdlatul Ulama yang memperjuangkan kejayaan jam’iyyah-nya dan celakalah pemimpin yang memperkuda (menunggangi) jam’iyyah Nahdlatul Ulama untuk mengejar kepentingan pribadi.

"Kerusakan jam’iyyah NU dimulai dari kepentingan ingin berkuasa di dalam NU yang digunakan untuk mendapatkan kekuasaan. Para pemimpin NU semakin jauh untuk bisa menghadirkan NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. NU sekarang bukan lagi sebagai rumah besar untuk berteduh semua warganya dan masyarakat,” ungkapnya

Bagi Lora Shofwan, dinamika pelaksanaan Konbes dan Munas NU di Ploso Kediri kemarin, telah membuka tabir yang sesungguhnya tentang NU yang ditarik sepenuhnya didalam arus besar kekuasaan.

“NU sekarang tidak lagi menjadi civil society atau pusat keseimbangan strategis yang hidup di tengah masyarakat; yang berkhidmah melayani keluh kesah rakyat demi kemashalatan umat,” umbuhnya.

Lora Shofwan menyebut sepanjang pengurus PBNU menjadi pejabat politik maka sepanjang itu pula NU tidak bisa menegaskan posisinya sebagai pembawa risalah dan kemashlahatan umat.

“Coba lihat keputusan Muktamar ke-20 NU Tahun 1954. NU tegas melarang pengurus merangkap jabatan politik di pemerintahan. Kenapa? Pasti soal konflik kepentingan dalam membawa NU sesuai khittahnya,” paparnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Rekomendasi
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Berita Terkini
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved