Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:46 WIB
Khudori - Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI). Foto: Dok pribadi
Khudori

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)



Selama berpuluh tahun pemerintah menargetkan swasembada gula, berpuluh tahun pula target itu belum tercapai. Seperti larva serangga dari famili Myrmeleontidae yang berjalan mundur saat menggali sarang, ketika belum ada tanda-tanda tercapai target capaian swasembada pun diundur. Ini terjadi berulang kali. Terjadi pada swasembada sejumlah komoditas. Bukan hanya gula. Melintas banyak periode kepresidenan. Lalu, karena aneka kejadian ini, ada yang menyebut Indonesia 'bangsa undur-undur'.

Barangkali didorong tak ingin menjadi 'bangsa undur-undur', Kementerian Pertanian bertekad mempercepat target capaian swasembada gula konsumsi: dari tahun 2028 seperti tertuang di Perpres 40/2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel) menjadi tahun 2026. Lebih cepat dua tahun. Produksi gula tahun ini ditargetkan mencapai 3 juta ton atau naik sebesar 320 ribu ton atau 11,9% dari produksi tahun 2025: 2,68 juta ton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!