Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Rabu, 17 Juni 2026 - 19:26 WIB
Vape menerapkan sistem pemanasan dan hasil penggunaannya berupa uap (aerosol). Sementara rokok mengimplementasikan pembakaran sehingga memproduksi asap yang mengandung TAR dan karbon monoksida, dua senyawa berbahaya yang dikaitkan dengan berbagai penyakit akibat merokok.
Dalam penelitiannya terkait kesehatan mulut dan gingivitis, dia melihat adanya perbedaan kondisi rongga mulut antara perokok dan pengguna produk tembakau alternatif.
“Perokok dewasa yang beralih ke produk alternatif menunjukkan kecenderungan kesehatan gusi yang lebih baik dibandingkan perokok. Namun, masyarakat tetap perlu memahami bahwa produk alternatif bukan bebas risiko dan penggunaannya harus disertai edukasi yang benar,” ujar Amaliya.
Edukasi tersebut perlu menekankan bahwa produk alternatif ditujukan untuk perokok dewasa bukan non-perokok, remaja, atau ibu hamil untuk mencegah penyalahgunaan. Namun demikian, dia menegaskan standar terbaik bagi kesehatan tetap berhenti sepenuhnya dari penggunaan produk tembakau dan nikotin.
“Pendekatan riset dan kebijakan mengenai produk tembakau alternatif perlu berbasis bukti ilmiah yang objektif dan transparan. Diperlukan studi klinis jangka panjang, pelibatan akademisi independen, serta regulasi berbasis profil risiko agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak menyesatkan mengenai produk tembakau alternatif,” ucapnya.
Dalam penelitiannya terkait kesehatan mulut dan gingivitis, dia melihat adanya perbedaan kondisi rongga mulut antara perokok dan pengguna produk tembakau alternatif.
“Perokok dewasa yang beralih ke produk alternatif menunjukkan kecenderungan kesehatan gusi yang lebih baik dibandingkan perokok. Namun, masyarakat tetap perlu memahami bahwa produk alternatif bukan bebas risiko dan penggunaannya harus disertai edukasi yang benar,” ujar Amaliya.
Edukasi tersebut perlu menekankan bahwa produk alternatif ditujukan untuk perokok dewasa bukan non-perokok, remaja, atau ibu hamil untuk mencegah penyalahgunaan. Namun demikian, dia menegaskan standar terbaik bagi kesehatan tetap berhenti sepenuhnya dari penggunaan produk tembakau dan nikotin.
“Pendekatan riset dan kebijakan mengenai produk tembakau alternatif perlu berbasis bukti ilmiah yang objektif dan transparan. Diperlukan studi klinis jangka panjang, pelibatan akademisi independen, serta regulasi berbasis profil risiko agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak menyesatkan mengenai produk tembakau alternatif,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :