Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:26 WIB
loading...
Belajar dari Inggris,...
Produk tembakau alternatif, khususnya vape menjadi pilihan bagi perokok dewasa yang ingin meningkatkan peluang keberhasilan beralih dari kebiasaan merokok. Foto: Dok Sindonews
A A A
JAKARTA - Produk tembakau alternatif , khususnya rokok elektrik (vape) menjadi pilihan bagi perokok dewasa di Inggris yang ingin meningkatkan peluang keberhasilan beralih dari kebiasaan merokok. Hal tersebut dibuktikan dalam jurnal ilmiah JAMA Network berjudul Prevalence of Popular Smoking Cessation Aids in England and Associations With Quit Success (2025).

Penelitian tersebut mengungkap fakta baru bahwa vape menjadi alat bantu beralih yang paling umum digunakan perokok dewasa di Inggris pada periode 2023–2024 dengan tingkat penggunaan mencapai sekitar 40 persen.

Penelitian yang dipimpin Principal Research Fellow in the UCL Alcohol and Tobacco Research Group Sarah E Jackson menyebutkan penggunaan metode yang lebih efektif dapat meningkatkan keberhasilan seseorang untuk beralih dari kebiasaan merokok.

Baca juga: Pemerintah Diminta Lebih Terbuka pada Tembakau Alternatif

“Upaya beralih dari kebiasaan merokok dengan bantuan vape memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan metode lain," ujarnya dikutip Rabu (17/6/2026).

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad) Prof Dr drg Amaliya menilai perkembangan terhadap penggunaan produk tembakau alternatif sebagai alat bantu beralih dari kebiasaan merokok di Inggris menarik jika dilihat dari perspektif terobosan ilmiah untuk mengurangi bahaya tembakau.

Menurut dia, pendekatan tersebut diposisikan sebagai strategi pengurangan bahaya (harm reduction) yang bertujuan membantu perokok dewasa yang kesulitan berhenti merokok untuk beralih ke produk dengan profil risiko lebih rendah.

“Pendekatan ini dipandang sebagai pengurangan bahaya yang proaktif dan didukung data ilmiah mengenai efektivitasnya membantu perokok dewasa beralih,” kata Amaliya.

Sejumlah faktor membuat produk tembakau alternatif dinilai lebih efektif dibanding terapi pengganti nikotin (nicotine replacement therapy atau NRT) bagi sebagian konsumen. Di sisi lain, Amaliya menekankan bahwa produk tembakau alternatif tidak sepenuhnya bebas risiko. Namun, perbedaan mendasar antara vape dan rokok adalah tidak adanya proses pembakaran.

Vape menerapkan sistem pemanasan dan hasil penggunaannya berupa uap (aerosol). Sementara rokok mengimplementasikan pembakaran sehingga memproduksi asap yang mengandung TAR dan karbon monoksida, dua senyawa berbahaya yang dikaitkan dengan berbagai penyakit akibat merokok.

Dalam penelitiannya terkait kesehatan mulut dan gingivitis, dia melihat adanya perbedaan kondisi rongga mulut antara perokok dan pengguna produk tembakau alternatif.

“Perokok dewasa yang beralih ke produk alternatif menunjukkan kecenderungan kesehatan gusi yang lebih baik dibandingkan perokok. Namun, masyarakat tetap perlu memahami bahwa produk alternatif bukan bebas risiko dan penggunaannya harus disertai edukasi yang benar,” ujar Amaliya.

Edukasi tersebut perlu menekankan bahwa produk alternatif ditujukan untuk perokok dewasa bukan non-perokok, remaja, atau ibu hamil untuk mencegah penyalahgunaan. Namun demikian, dia menegaskan standar terbaik bagi kesehatan tetap berhenti sepenuhnya dari penggunaan produk tembakau dan nikotin.

“Pendekatan riset dan kebijakan mengenai produk tembakau alternatif perlu berbasis bukti ilmiah yang objektif dan transparan. Diperlukan studi klinis jangka panjang, pelibatan akademisi independen, serta regulasi berbasis profil risiko agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak menyesatkan mengenai produk tembakau alternatif,” ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
DPR: Penambahan Layer...
DPR: Penambahan Layer Baru Cukai Rokok Buka Celah Penyalahgunaan dan Moral Hazard
Produk Tembakau Alternatif,...
Produk Tembakau Alternatif, Guru Besar Unpad: Bukan Pintu Masuk bagi Non-Perokok
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Rekomendasi
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Rincian UKT Jalur Mandiri...
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Banjir Tapanuli Tengah...
Banjir Tapanuli Tengah Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Berita Terkini
Kemendukbangga Siapkan...
Kemendukbangga Siapkan Program Ayah Idaman untuk Tingkatkan Partisipasi KB Pria
KPK Tahan Bupati Kuansing...
KPK Tahan Bupati Kuansing dan Dua Orang Lainnya terkait Suap Pengisian Jabatan
Presiden Belarus Lukashenko...
Presiden Belarus Lukashenko Tiba di Jakarta, Bertemu Prabowo Besok
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
Alasan Calon Manajer...
Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama
KPK Panggil Bupati Indragiri...
KPK Panggil Bupati Indragiri Hulu terkait Kasus Ajudan Gubernur Abdul Wahid
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved