Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG
Rabu, 03 Juni 2026 - 11:11 WIB
Menurut Sri Gusni, berbagai catatan pelaksanaan MBG sepanjang 2025–2026 menunjukkan perlunya penguatan standar keamanan pangan, pengawasan kualitas, serta mitigasi risiko. Perindo juga mengingatkan tantangan distribusi program di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) membutuhkan perhatian khusus karena keterbatasan logistik dan infrastruktur.
“Anak-anak di Papua, NTT, Maluku, Aceh, dan berbagai wilayah terpencil lainnya berhak mendapatkan kualitas layanan yang sama. Jangan sampai mereka justru menjadi kelompok yang paling sulit menikmati manfaat program ini,” tegas Sri Gusni.
Lihat video: Dasco Ungkap Alasan Dadan Hindayana Dicopot Sebagai Kepala BGN!
Sri Gusni menilai kepemimpinan baru BGN perlu memprioritaskan transparansi pengelolaan anggaran, penguatan keamanan pangan, serta pelibatan ahli gizi dalam seluruh tahapan program. Menurut Sri Gusni, keterbukaan pengelolaan program menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Transparansi adalah fondasi kepercayaan rakyat. Semakin terbuka sebuah program, semakin kuat legitimasi dan dukungan publik terhadap program tersebut,” katanya.
“Anak-anak di Papua, NTT, Maluku, Aceh, dan berbagai wilayah terpencil lainnya berhak mendapatkan kualitas layanan yang sama. Jangan sampai mereka justru menjadi kelompok yang paling sulit menikmati manfaat program ini,” tegas Sri Gusni.
Lihat video: Dasco Ungkap Alasan Dadan Hindayana Dicopot Sebagai Kepala BGN!
Sri Gusni menilai kepemimpinan baru BGN perlu memprioritaskan transparansi pengelolaan anggaran, penguatan keamanan pangan, serta pelibatan ahli gizi dalam seluruh tahapan program. Menurut Sri Gusni, keterbukaan pengelolaan program menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Transparansi adalah fondasi kepercayaan rakyat. Semakin terbuka sebuah program, semakin kuat legitimasi dan dukungan publik terhadap program tersebut,” katanya.
Lihat Juga :