Hidupkan Semangat Kongres Pemuda 1926, IKPPI Gelar Gema Pemuda 2026

Senin, 01 Juni 2026 - 16:54 WIB
Pihaknya memberikan apresiasi kepada sejumlah pimpinan daerah dan anggota DPRD dari beberapa provinsi di Indonesia yang turut hadir sebagai bentuk dukungan.

"Kami mempromosikan pemberdayaan perempuan sebagai mentor kepemimpinan dan ketahanan keluarga. Sebagian besar panitia merupakan pelajar SMA dan mahasiswa berusia di bawah 21 tahun. Mereka dilibatkan langsung dalam penyelenggaraan acara nasional agar memiliki pengalaman memimpin," kata Sinda.

Menurut dia, keterlibatan berbagai kementerian menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan generasi muda Indonesia. Sebanyak 12 kementerian hadir memberikan pendampingan di berbagai bidang, mulai dari ketahanan pangan, pertanian, kehutanan, UMKM, ekonomi kreatif, sosial, hingga komunikasi publik.

Momentum Gema Pemuda 2026 juga bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali semangat Kongres Pemuda Pertama yang digelar pada 1926.

Sinda menyatakan Gema Pemuda 2026 merupakan ruang kolaborasi yang dibangun untuk mendekatkan program pemberdayaan masyarakat. "Acara ini bukan seremonial pejabat, tetapi untuk masyarakat. Kami ingin diskusi berlangsung santai, efisien, dan menghasilkan manfaat nyata. Pemuda harus bersatu tidak hanya dalam semangat, tetapi juga melalui karya yang bermanfaat bagi Indonesia," katanya.

Penasehat Gema Pemuda 2026 Utje Gustaaf menilai banyak warga belum mengetahui sejarah Kongres Pemuda Pertama dibandingkan Sumpah Pemuda 1928. "Kita sering fokus pada Sumpah Pemuda 1928. Padahal, Kongres Pemuda Pertama tahun 1926 merupakan fondasi awal persatuan pemuda Indonesia. Dalam situasi penjajahan yang sulit, para pemuda mampu bersatu. Semangat itulah yang ingin kami bangkitkan kembali untuk memperkuat persatuan dan kemandirian ekonomi bangsa," ujar Utje.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!