Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:37 WIB
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo memaparkan buku Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital yang dibedah dalam rangkaian Rakernis Densus 88 Antiteror Polri. Foto: Puteranegara Batubara
JAKARTA - Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa ancaman keamanan saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Hal itu bisa tumbuh perlahan melalui ruang digital, interaksi sosial, budaya visual, hingga paparan informasi yang terus berulang dan memengaruhi cara berpikir seseorang.

Dia memaparkan itu dalam buku 'Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital' yang dibedah dalam rangkaian Rakernis Densus 88 Antiteror Polri.



Baca juga: Setiap Orang Hari Ini Rentan Jadi Teroris, Reza Indragiri: Cuci Otak Sendiri melalui Media Sosial

Menurut Dedi, perubahan pola ancaman harus diikuti dengan perubahan cara berpikir dan strategi penanganan. “Ancaman saat ini bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan lama. Karena itu, kita perlu membangun kemampuan membaca gejala lebih awal, memperkuat pencegahan, dan meningkatkan ketahanan masyarakat,” ujar Dedi, Rabu (20/5/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!