Program MBG Bisa Jadi Bantalan Pasar Menyerap Overproduksi Telur Ayam Ras

Jum'at, 15 Mei 2026 - 13:57 WIB
Oleh karena itu, MBG dinilai tidak bisa berjalan sendiri. Program ini membutuhkan sinergi lintas sektor agar manfaatnya maksimal. “Program ini harus dikolaborasikan dengan sektor lain. Harus ada kesamaan persepsi dan langkah bersama antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, kampus, dan masyarakat agar dampaknya lebih besar,” katanya.

Ia menilai, kolaborasi itu dinilai penting, untuk memperkuat rantai pasok bahan pangan dan menjaga efisiensi distribusi.

Di sisi lain, Prof Imamudin mengingatkan bahwa masyarakat saat ini sudah semakin kritis dan cepat merespons isu.

“Sekarang masyarakat sudah well informed. Apa pun isu yang berkembang pasti cepat trending. Belum lagi ada faktor politiking. Jadi wajar kalau muncul kritik, misalnya soal kualitas MBG yang dianggap belum standar,” katanya.

Karena itu, isu tata kelola dan potensi korupsi harus direspons secara serius oleh pemerintah. “Jangan sampai program sebesar ini dibajak oleh kelompok kecil yang punya kepentingan pragmatis, baik politik maupun ekonomi. Ini tugas berat pemerintah, bukan hanya menggulirkan program, tapi juga membersihkannya dari oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi,” ujarnya.

Pun terkait langkah pemerintah yang melibatkanKomisi Pemberantasan Korupsidalam pengawasan program yang dinilai sebagai sinyal positif.

“Ketika pemerintah melibatkan KPK, itu langkah yang sangat tepat dan patut diapresiasi. Publik pasti akan melihat ada keseriusan menjaga integritas program,” katanya.

Dengan komunikasi publik yang kuat, pengawasan ketat, serta sinergi lintas sektor, MBG dinilai berpotensi menjadi salah satu program strategis nasional yang bukan hanya meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dari desa hingga tingkat nasional.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!