Menjawab Pekerjaan Rumah Pendidikan Kita

Sabtu, 02 Mei 2026 - 08:34 WIB
Hendarman, Ketua Tim Pakar Jabatan Fungsional Analis Kebijakan INAKI (Ikatan Nasional Analis Kebijakan)/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor. Foto: Istimewa
(Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026)

Hendarman



Ketua Tim Pakar Jabatan Fungsional Analis Kebijakan INAKI (Ikatan Nasional Analis Kebijakan)/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor

TANGGAL 2 Mei kembali hadir sebagai pengingat bagi kita semua yaitu bahwa pendidikan bukan sekadar agenda rutin negara, melainkan fondasi masa depan bangsa. Tahun 2026 ini, Pemerintah melalui kementerian yang mengurusi pendidikan dasar dan menengah, telah menetapkan tema Hari Pendidikan Nasional 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Tema yang diusung tersebut menekanan pada proses “memanusiakan manusia”. Hal tersebut merupakan sebuah gagasan klasik dari Ki Hajar Dewantara yang tetap relevan hingga hari ini. Tema tersebut juga mengindikasikan optimisme Pemerintah. Namun pertanyaannya: sejauh mana “pendidikan bermutu untuk semua” telah benar-benar terwujud?

Fondasi Sudah Dibangun



Program apa saja yang sudah direalisasikan kementerian yang mengurusi pendidikan dasar dan menengah tersebut dalam 18 bulan terakhir? Apakah program tersebut diarahkan untuk menjawab pekerjaan rumah pendidikan yang telah berlangsung lama?

Dalam kaitan ini, pemerintah telah meletakkan fondasi menuju “pendidikan bermutu untuk semua”. Berbagai capaian patut diapresiasi. Pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi, dan lebih dari 288.000 sekolah telah menerima perangkat papan interaktif digital sebagai bagian dari digitalisasi pembelajaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!