Prajurit TNI Kembali Gugur, DPR Minta PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL

Sabtu, 25 April 2026 - 12:48 WIB
Legislator PKS itu menekankan perlindungan terhadap personel yang menjalankan misi perdamaian PBB tidak boleh diabaikan, termasuk pihak berkonflik. "Kami memandang perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan oleh pihak mana pun, termasuk dalam dinamika konflik yang melibatkan Israel dan aktor lainnya di kawasan," tuturnya.

Karena itu, Sukamta mendorong PBB melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlindungan pasukan perdamaian UNIFIL agar sesuai realitas ancaman di lapangan. Selain itu, diperlukan langkah investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden ini guna memastikan adanya kejelasan dan pertanggungjawaban.

Selain PBB, Sukamta mendorong pemerintah Indonesia juga bersikap setelah Praka Rico dan tiga prajurit TNI sebelumnya yang gugur dengan melakukan peninjauan dan pola penugasan.

Menurut dia, perdamaian dunia tidak boleh dibayar dengan pengorbanan yang sia-sia, termasuk dari prajurit yang bertugas. Setiap prajurit yang gugur harus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga perdamaian memerlukan sistem yang kuat, perlindungan memadai, dan komitmen bersama dari seluruh komunitas internasional.

Gugurnya Praka Rico dalam misi UNIFIL menambah duka bagi Indonesia. Total prajurit TNI gugur di Lebanon menjadi empat orang. Selain Rico, prajurit lainnya yakni Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!