Atasi Critical Time Covid-19, Pemerintah Beri Instruksi Delapan Daerah

Sabtu, 19 September 2020 - 06:48 WIB
“Dalam konteks tracing atau pelacakan, jajaran Kemenkes sudah menemukan lebih dari 1.000 kluster di seluruh Indonesia. Kluster adalah kelompok penularan lokal yang berkaitan dengan rantai penyebaran. Kluster dapat terjadi di rumah, tempat kerja, atau di tempat kerumunan lain,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

Dia kemudian menuturkan bahwa pemerintah melakukan upaya 3T: tracing, testing, treatment untuk mengatasi pandemi ini. Untuk testing sudah lebih dari 2,8 juta spesimen yang diperiksa dari 1,6 juta orang. Reisa memastikan jumlah testing per hari pun terus mengalami peningkatan.

“Data Kemenkes telah mencatat lebih dari 10 ribu tes per 1 juta penduduk. Tentu kami atas nama pemerintah menyanpaikan apresiasi dan terima kasih bagi semua pihak,” ungkapnya.

Untuk treatment, Reisa mengatakan penanganan pasien covid-19 terus diupayakan dengan memberikan pelayanan terbaik. “Sehingga diharapkan tingkat kesembuhan pasien membaik. Mengingat pola perawatan di berbagai fasilitas kesehatan sudah dilakukan secara optimal,” ucapnya. (Baca juga: Masih Banyak Siswa Belum Miliki Gawai dan Kesulitan Sinyal)

Dia kemudian mengingatkan kembali pentingnya memutus mata rantai persebaran Covid-19 dengan meminta agar masyarakat terus membiasakan diri dan berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan 3M, yakni mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Reisa menekankan agar masker digunakan secara benar dan tidak hanya dijadikan sebagai hiasan. "Ingat selalu pakai masker dengan baik dan benar, jangan asal-asalan ya. Tutupi bagian hidung sampai dagu. Karena ini penting sekali. Jangan dijadikan hiasan untuk menutupi dagu saja. Atau saya masih melihat di beberapa orang malah dikalungkan saja maskernya di leher. Selalu siapkan lebih dari satu masker per hari, terutama ketika kita beraktivitas,” imbaunya.

Dia juga mengingatkan kembali pentingnya menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. “Lebih banyak di rumah saja. Keluar rumah hanya untuk kepentingan yang mendesak. Kalaupun harus keluar rumah hindari kontak fisik ya dengan orang lain. Sekalipun itu adalah teman kita sendiri. Jaga jarak aman ya bapak/ibu, minimal 1 hingga 2 meter,” ujarnya.

27 Hotel Jakarta Siap Layani Isolasi Mandiri

Sejumlah hotel, termasuk di DKI Jakarta, siap menampung masyarakat yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi mandiri. Bahkan di Ibu Kota tercatat sudah ada 27 hotel dengan kapasitas sekitar 3.700 kamar sudah menyiap diri menjalankan misi tersebut. (Baca juga: 4 Jenis Olahraga Ini Efektif Turunkan Kadar Kolesterol)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!