Aspal Karet: Solusi Senyap di Tengah Gejolak Energi Global
Sabtu, 04 April 2026 - 15:21 WIB
Irfan Ahmad Fauzi, Ketua Asosiasi Petani Karet Indonesia. Foto: Istimewa
Irfan Ahmad Fauzi
Ketua Apkarindo
KETEGANGAN geopolitik global yang terus meningkat, termasuk dinamika di Timur Tengah, kembali mengingatkan kita pada satu hal mendasar: ketergantungan pada sumber daya eksternal adalah kerentanan. Dalam konteks pembangunan infrastruktur, ketergantungan Indonesia terhadap aspal impor—yang sebagian besar merupakan turunan minyak bumi—menjadi titik lemah yang semakin nyata di tengah fluktuasi harga energi global.
Langkah pemerintah mendorong pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) patut diapresiasi sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian nasional. Dengan tingkat impor aspal yang masih mencapai sekitar 78 persen dari total kebutuhan nasional, serta potensi penghematan devisa hingga Rp4 triliun per tahun melalui substitusi, arah kebijakan ini jelas berada pada jalur yang tepat.
Namun demikian, dalam upaya mengurangi ketergantungan tersebut, sesungguhnya Indonesia tidak hanya memiliki satu alternatif. Ada satu sumber daya lain yang selama ini tersedia, dekat dengan rakyat, dan telah terbukti secara teknis dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan: karet alam.
Ketua Apkarindo
KETEGANGAN geopolitik global yang terus meningkat, termasuk dinamika di Timur Tengah, kembali mengingatkan kita pada satu hal mendasar: ketergantungan pada sumber daya eksternal adalah kerentanan. Dalam konteks pembangunan infrastruktur, ketergantungan Indonesia terhadap aspal impor—yang sebagian besar merupakan turunan minyak bumi—menjadi titik lemah yang semakin nyata di tengah fluktuasi harga energi global.
Langkah pemerintah mendorong pemanfaatan Aspal Buton (Asbuton) patut diapresiasi sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian nasional. Dengan tingkat impor aspal yang masih mencapai sekitar 78 persen dari total kebutuhan nasional, serta potensi penghematan devisa hingga Rp4 triliun per tahun melalui substitusi, arah kebijakan ini jelas berada pada jalur yang tepat.
Namun demikian, dalam upaya mengurangi ketergantungan tersebut, sesungguhnya Indonesia tidak hanya memiliki satu alternatif. Ada satu sumber daya lain yang selama ini tersedia, dekat dengan rakyat, dan telah terbukti secara teknis dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan: karet alam.
Lihat Juga :