Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PKS: Pengorbanan Ini Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:51 WIB
Ilustrasi prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil) di Lebanon. Foto: Unifil
JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon akibat serangan Israel. Dia mengatakan, pengorbanan ini adalah bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Dia menilai Indonesia perlu melakukan evaluasi terhadap sistem perlindungan pasukan, termasuk aspek keamanan, intelijen lapangan, serta kelengkapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang digunakan dalam misi. Evaluasi juga harus mencakup peninjauan terhadap rules of engagement (ROE) dan standar operasional prosedur di wilayah konflik aktif agar keselamatan prajurit menjadi prioritas utama tanpa mengurangi efektivitas misi perdamaian.



Dia menuturkan, prajurit yang gugur tersebut merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang selama ini menjadi salah satu simbol kontribusi aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan konflik, khususnya di Lebanon Selatan.

Baca juga: Sudah 3 Tentara Indonesia Gugur di Lebanon dalam 24 Jam, Salah Satunya akibat Serangan Israel

"Kita memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda, yang telah menjalankan tugas mulia di tengah situasi yang penuh risiko dan ketidakpastian. Mereka bukan hanya menjaga perdamaian, tetapi juga mengharumkan nama baik bangsa Indonesia di mata dunia," kata Mulyanto, Selasa (31/3/2026).

Insiden ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di wilayah penugasan semakin kompleks dan berbahaya. Eskalasi konflik yang melibatkan berbagai aktor, termasuk ketegangan antara Hezbollah dan Israel, menempatkan pasukan perdamaian dalam posisi yang semakin rentan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!