DPR: WFH 1 Hari Seminggu Belum Tentu Efektif Turunkan Konsumsi BBM

Jum'at, 27 Maret 2026 - 16:36 WIB
Ia menilai pendekatan WFH satu hari terlalu sederhana dalam membaca pola konsumsi masyarakat. Sebab, masyarakat tetap berpotensi melakukan perjalanan meski bekerja dari rumah.

Ateng juga menyoroti waktu pelaksanaan WFH yang berdekatan dengan akhir pekan. Menurutnya, kondisi ini justru dapat mendorong peningkatan mobilitas ke luar kota.

Selain itu, ia mengingatkan adanya potensi dampak ekonomi yang perlu diperhatikan. Berkurangnya aktivitas perkantoran dinilai dapat menekan pendapatan pelaku usaha kecil di sekitar kawasan kerja, seperti pedagang kaki lima hingga pengemudi transportasi daring.

"Jangan sampai kebijakan penghematan energi justru memukul ekonomi rakyat kecil yang bergantung pada aktivitas harian di kawasan perkantoran," ujarnya.

Di sisi lain, Ateng menilai kebijakan WFH tidak sepenuhnya menghilangkan biaya operasional, melainkan hanya mengalihkan beban ke rumah tangga, seperti peningkatan konsumsi listrik. Hal ini, menurutnya, membuat efektivitas WFH dalam konteks penghematan energi perlu dipertanyakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!