Urgensi Green Campus di Tengah Krisis Ekologis
Selasa, 17 Maret 2026 - 06:56 WIB
Pertama, perguruan tinggi dipandang sebagai tempat lahirnya para pemimpin masa depan yang mampu menyampaikan praktik manajemen berkelanjutan kepada para pemangku kepentingan dan pengambil keputusan. Karena itu, penting untuk mendorong staf, dosen, dan mahasiswa agar memahami nilai-nilai utama keberlanjutan serta terus menyesuaikan perilaku mereka demi tercapainya tujuan keberlanjutan. Mahasiswa dapat berperan sebagai “juru bicara” keberlanjutan, sehingga program-program keberlanjutan menjadi lebih efektif.
Kedua, perguruan tinggi mengintegrasikan isu keberlanjutan ke dalam kurikulum dan penelitian, sehingga menumbuhkan kesadaran lingkungan dan inovasi di kalangan mahasiswa maupun dosen. Pendekatan menyeluruh terhadap keberlanjutan, mulai dari operasional kampus, pendidikan, hingga keterlibatan masyarakat, menegaskan posisi mereka sebagai pelopor inisiatif green campus.
Ketiga, pengelola universitas mendorong penggunaan ulang dan daur ulang berbagai material, mulai dari kertas dan botol plastik hingga perabot kampus, demi mewujudkan kampus yang lebih berkelanjutan. Untuk membiasakan mahasiswa menerapkan praktik berkelanjutan, tempat sampah daur ulang ditempatkan secara strategis di kampus. Di beberapa universitas terkemuka dunia, kegiatan akhir semester diselenggarakan untuk menyalurkan furnitur bekas kepada mahasiswa baru.
Terakhir, keberhasilan program keberlanjutan sangat bergantung pada partisipasi mahasiswa. Upaya pengelola kampus akan sia-sia jika mahasiswa enggan berpartisipasi. Keberhasilan program juga sangat ditentukan oleh perilaku mahasiswa.
Universitas juga perlu memberikan pelatihan kepada mahasiswa agar mereka dapat memanfaatkan peluang dari proyek keberlanjutan secara maksimal, karena hal ini penting bagi pengembangan profesional calon pemimpin masa depan (Geng dkk, 2013).
Kedua, perguruan tinggi mengintegrasikan isu keberlanjutan ke dalam kurikulum dan penelitian, sehingga menumbuhkan kesadaran lingkungan dan inovasi di kalangan mahasiswa maupun dosen. Pendekatan menyeluruh terhadap keberlanjutan, mulai dari operasional kampus, pendidikan, hingga keterlibatan masyarakat, menegaskan posisi mereka sebagai pelopor inisiatif green campus.
Ketiga, pengelola universitas mendorong penggunaan ulang dan daur ulang berbagai material, mulai dari kertas dan botol plastik hingga perabot kampus, demi mewujudkan kampus yang lebih berkelanjutan. Untuk membiasakan mahasiswa menerapkan praktik berkelanjutan, tempat sampah daur ulang ditempatkan secara strategis di kampus. Di beberapa universitas terkemuka dunia, kegiatan akhir semester diselenggarakan untuk menyalurkan furnitur bekas kepada mahasiswa baru.
Terakhir, keberhasilan program keberlanjutan sangat bergantung pada partisipasi mahasiswa. Upaya pengelola kampus akan sia-sia jika mahasiswa enggan berpartisipasi. Keberhasilan program juga sangat ditentukan oleh perilaku mahasiswa.
Universitas juga perlu memberikan pelatihan kepada mahasiswa agar mereka dapat memanfaatkan peluang dari proyek keberlanjutan secara maksimal, karena hal ini penting bagi pengembangan profesional calon pemimpin masa depan (Geng dkk, 2013).
Green Campus
Lihat Juga :