Polisi Harus Usut Tuntas Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR: Ancaman Nyata Demokrasi
Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:38 WIB
Legislator PKB ini juga menyoroti fakta bahwa tidak ada satu pun barang berharga milik korban yang hilang dalam kejadian tersebut. Hal ini memperkuat indikasi bahwa motif serangan murni ditujukan untuk melukai dan membungkam suara kritis masyarakat sipil.
"Segala bentuk kekerasan terhadap pembela HAM adalah ancaman nyata bagi demokrasi kita," kata Abdullah.
Komisi III DPR meminta aparat penegak hukum segera mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan menelusuri kemungkinan adanya dalang atau aktor intelektual di balik serangan ini. Transparansi kepolisian dalam kasus ini dinilai krusial untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam berpendapat.
"Kepolisian harus bekerja profesional dan akuntabel. Ungkap siapa pelakunya dan siapa yang berada di baliknya. Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum," ujarnya.
Diberitakan, peristiwa penyiraman air keras ini terjadi di depan kantor YLBHI, Jakarta, setelah korban menyelesaikan rekaman siniar (podcast) bertema kritik terhadap remiliterisasi, Kamis (12/3/2026). Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di wajah, mata, dada, hingga kedua tangan.
"Segala bentuk kekerasan terhadap pembela HAM adalah ancaman nyata bagi demokrasi kita," kata Abdullah.
Komisi III DPR meminta aparat penegak hukum segera mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan menelusuri kemungkinan adanya dalang atau aktor intelektual di balik serangan ini. Transparansi kepolisian dalam kasus ini dinilai krusial untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam berpendapat.
"Kepolisian harus bekerja profesional dan akuntabel. Ungkap siapa pelakunya dan siapa yang berada di baliknya. Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum," ujarnya.
Diberitakan, peristiwa penyiraman air keras ini terjadi di depan kantor YLBHI, Jakarta, setelah korban menyelesaikan rekaman siniar (podcast) bertema kritik terhadap remiliterisasi, Kamis (12/3/2026). Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di wajah, mata, dada, hingga kedua tangan.
(jon)
Lihat Juga :