Dokter Tifa Luncurkan Buku Otak Politik Jokowi
Kamis, 26 Februari 2026 - 22:03 WIB
"Saya menggunakan media buku karena beda dengan jurnal. Jurnal itu membutuhkan waktu lama untuk sampai kemudian temuan penelitian atau temuan ilmiahnya itu bisa dibaca orang," tuturnya.
Selain itu, pembaca jurnal merupakan kalangan terbatas. Berbeda dengan buku, semua orang bisa membacanya, sehingga pelajaran atau ilmu yang ada di buku itu bisa cepat tersebar.
"Kalau memang yang menjadi subjek kajian saya otaknya Jokowi, saya harus katakan otaknya Jokowi yang saya bedah di buku ini. Dan kajian saya menggunakan sebuah ilmu yang saya kembangkan yaitu neuropolitika," jelasnya.
Tifa menerangkan, metode dalam buku itu menggunakan neuropolitika dengan gabungan 4 dimensi ilmu, yakni neurosains, psikologi behavior, forensik, dan politik kritis. Tifa menyebut, ada banyak otak Jokowi, mulai dari otak depan, yang memproduksi dan memuat memori primer atau sekunder, memori jangka pendek atau memori literal yang dipelajari, hingga otak bagian dalam yang bernama hipokampus.
"Saya berikan ilmu di sini agar semua orang bisa mempelajari otaknya Jokowi, jadi bukan hanya saya yang melakukan penelitian, tapi semuanya bisa melakukan penelitian, melakukan pengkajian tentang otak politik otaknya Jokowi. Terutama dalam bagaimana dia menggunakan otaknya untuk 10 tahun menguasai negara ini," bebernya.
Selain itu, pembaca jurnal merupakan kalangan terbatas. Berbeda dengan buku, semua orang bisa membacanya, sehingga pelajaran atau ilmu yang ada di buku itu bisa cepat tersebar.
"Kalau memang yang menjadi subjek kajian saya otaknya Jokowi, saya harus katakan otaknya Jokowi yang saya bedah di buku ini. Dan kajian saya menggunakan sebuah ilmu yang saya kembangkan yaitu neuropolitika," jelasnya.
Tifa menerangkan, metode dalam buku itu menggunakan neuropolitika dengan gabungan 4 dimensi ilmu, yakni neurosains, psikologi behavior, forensik, dan politik kritis. Tifa menyebut, ada banyak otak Jokowi, mulai dari otak depan, yang memproduksi dan memuat memori primer atau sekunder, memori jangka pendek atau memori literal yang dipelajari, hingga otak bagian dalam yang bernama hipokampus.
"Saya berikan ilmu di sini agar semua orang bisa mempelajari otaknya Jokowi, jadi bukan hanya saya yang melakukan penelitian, tapi semuanya bisa melakukan penelitian, melakukan pengkajian tentang otak politik otaknya Jokowi. Terutama dalam bagaimana dia menggunakan otaknya untuk 10 tahun menguasai negara ini," bebernya.
Lihat Juga :