Kemendagri dan KEPP Otsus Papua Dorong Pengembangan Komoditas Kakao di Yapen, Jayapura, Mansel
Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:55 WIB
“Presiden Prabowo mengamanatkan setiap daerah agar melakukan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dengan mengembangkan komoditas lokal yang produktif. Kebetulan Kabupaten Yapen, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mansel selama ini sudah dikenal memiliki potensi usaha komoditas cokelat, sehingga kami bersama Kemendagri berusaha melakukan pengembangan usaha di tiga daerah tersebut,” ungkap Billy.
Rapat koordinasi percepatan pembangunan bidang perekonomian di Provinsi Papua dan Papua Barat terkait pengembangan usaha cokelat telah menghasilkan sejumlah komitmen yang segera ditindaklanjuti dengan melakukan akselerasi pembangunan komoditas dimaksud.
Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga mengapresiasi perhatian Kemendagri dan KEPP Otsus Papua bersama Kementerian dan Lembaga teknis di pusat yang telah memberikan perhatian terhadap usaha kakao di daerahnya.
Dia mengatakan, usaha kakao sudah dilakukan para petani di Kabupaten Kepulauan Yapen sejak 20 tahun lalu. Tapi kesulitan pemasaran hasil usaha lantaran tidak ada investor yang menampung produksi mereka membuat semangat petani kakao di daerah tersebut agak patah arang.
“Tapi sekarang sudah ada komitmen dari Kemendagri dan KEPP Otsus Papua serta para investor, kami pemerintah daerah akan bersama-sama mewujudkan harapan baru petani kakao di Kabupaten Yapen,” ujar Roi Palunga.
Rapat koordinasi percepatan pembangunan bidang perekonomian di Provinsi Papua dan Papua Barat terkait pengembangan usaha cokelat telah menghasilkan sejumlah komitmen yang segera ditindaklanjuti dengan melakukan akselerasi pembangunan komoditas dimaksud.
Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga mengapresiasi perhatian Kemendagri dan KEPP Otsus Papua bersama Kementerian dan Lembaga teknis di pusat yang telah memberikan perhatian terhadap usaha kakao di daerahnya.
Dia mengatakan, usaha kakao sudah dilakukan para petani di Kabupaten Kepulauan Yapen sejak 20 tahun lalu. Tapi kesulitan pemasaran hasil usaha lantaran tidak ada investor yang menampung produksi mereka membuat semangat petani kakao di daerah tersebut agak patah arang.
“Tapi sekarang sudah ada komitmen dari Kemendagri dan KEPP Otsus Papua serta para investor, kami pemerintah daerah akan bersama-sama mewujudkan harapan baru petani kakao di Kabupaten Yapen,” ujar Roi Palunga.
(jon)
Lihat Juga :