Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Kemenhut Komitmen Konservasi Mangrove

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:28 WIB
Kunjungan Menhut juga meliputi penandatanganan deklarasi multi-pihak yang berkomitmen pada aksi terkoordinasi untuk konservasi dan rehabilitasi mangrove di seluruh Kalimantan Utara. Para pihak yang terlibat antara lain Kementerian Kehutanan, Pemprov Kalimantan Utara, mitra pembangunan dari Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Program Forest Programme VI,Program NASCLIM yang diwakili Global Green Growth Institute (GGGI), PT Pertamina FP Tarakan Field, dan PT Mustika Minanusa Aurora Tbk.

Program M4CR dan NASCLIM di bawah naungan Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat lokal untuk memulihkan ekosistem mangrove yang terdegradasi dengan berbagai metode seperti penanaman dan regenerasi alami, sambil mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan mangrove. Setiap pihak sepakat dibutuhkan serta kerangka kerja kolaboratif yang mengintegrasikan kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, pembiayaan iklim, dan tanggung jawab korporat. Baca juga: Mangrove Indonesia Jadi Garda Terdepan Mitigasi Perubahan Iklim Global

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Dyah Murtiningsih dalam laporannya menjelaskan tentang Hari Lahan Basah Sedunia. Menyoroti tema global yaitu menekankan pentingnya pengetahuan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam menjaga kelestarian lahan basah dan kepemimpinan Indonesia dalam pengelolaan lahan basah.

Pada akhir kegiatan, Menhut meninjau area KKMB Tarakan, mengamati keberadaan bekantan dan mempelajari upaya konservasi lokal. Kunjungan ini menyoroti peran KKMB sebagai laboratorium hidup untuk pendidikan, penelitian, dan keterlibatan masyarakat terkait lahan basah.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!