Hari Lahan Basah Sedunia 2026, Kemenhut Komitmen Konservasi Mangrove

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:28 WIB
loading...
Hari Lahan Basah Sedunia...
Menhut Raja Juli Antoni (keempat dari kiri) menghadiri memperingati Hari Lahan Basah Sedunia 2026 di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (6/2/2026). Foto/Dok. SindoNews
A A A
TARAKAN - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ikut memperingati Hari Lahan Basah Sedunia 2026 di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (6/2/2026). Dalam perayaan tersebut, Menhut turut menyaksikan penandatanganan komitmen kolaboratif untuk pengelolaan dan rehabilitasi mangrove berkelanjutan di Kalimantan Utara.

Hadir dalam acara itu Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang, perwakilan dari instansi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, organisasi internasional, dan sektor swasta. Peringatan nasional tahun ini dipusatkan di Kalimantan Utara sebagai pengakuan peran penting provinsi ini sebagai penjaga ekosistem lahan basah Indonesia yang luas. Baca juga: Hadapi Perubahan Iklim, Menhut Apresiasi Komitmen Gubernur Dalam Menjaga Hutan

Kalimantan Utara merupakan rumah bagi 326,396 ha hutan mangrove dan 347,451 ha lahan gambut, ekosistem lahan basah vital yang berfungsi sebagai penyerap karbon, habitat keanekaragaman hayati, dan penyangga alami terhadap erosi pantai dan cuaca ekstrem. Lahan basah provinsi ini juga berperan penting bagi mata pencaharian masyarakat lokal dan ketahanan pangan, maupun untuk mencapai komitmen iklim nasional Indonesia dan tujuan lingkungan global.

“Saya berharap lahan basah ini tidak hanya tempat atau tanah yang basah, tetapi mengandung biodiversitas yang sangat tinggi sekali, sumber ekonomi yang sangat baik sekali. Sekaligus menjadi sumber untuk penyerapan karbon yang sangat tinggi sekali,” kata Menhut.

Kunjungan Menhut juga meliputi penandatanganan deklarasi multi-pihak yang berkomitmen pada aksi terkoordinasi untuk konservasi dan rehabilitasi mangrove di seluruh Kalimantan Utara. Para pihak yang terlibat antara lain Kementerian Kehutanan, Pemprov Kalimantan Utara, mitra pembangunan dari Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Program Forest Programme VI,Program NASCLIM yang diwakili Global Green Growth Institute (GGGI), PT Pertamina FP Tarakan Field, dan PT Mustika Minanusa Aurora Tbk.

Program M4CR dan NASCLIM di bawah naungan Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat lokal untuk memulihkan ekosistem mangrove yang terdegradasi dengan berbagai metode seperti penanaman dan regenerasi alami, sambil mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan mangrove. Setiap pihak sepakat dibutuhkan serta kerangka kerja kolaboratif yang mengintegrasikan kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, pembiayaan iklim, dan tanggung jawab korporat. Baca juga: Mangrove Indonesia Jadi Garda Terdepan Mitigasi Perubahan Iklim Global

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Dyah Murtiningsih dalam laporannya menjelaskan tentang Hari Lahan Basah Sedunia. Menyoroti tema global yaitu menekankan pentingnya pengetahuan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam menjaga kelestarian lahan basah dan kepemimpinan Indonesia dalam pengelolaan lahan basah.

Pada akhir kegiatan, Menhut meninjau area KKMB Tarakan, mengamati keberadaan bekantan dan mempelajari upaya konservasi lokal. Kunjungan ini menyoroti peran KKMB sebagai laboratorium hidup untuk pendidikan, penelitian, dan keterlibatan masyarakat terkait lahan basah.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhut-YKAN Perkuat...
Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
Indonesia-AS Perkuat...
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Produk Kehutanan Berbasis Keberlanjutan
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Pertemuan Bilateral,...
Pertemuan Bilateral, FAO Sebut RI Mitra Kehutanan Paling Strategis di Dunia
Kemenhut-ITTO Perkuat...
Kemenhut-ITTO Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Hutan Lestari dan Industri Kayu Tropis
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Menuju Tata Kelola Pesisir...
Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam
Rekomendasi
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved