Mahatma Gandhi dan Etika Pemerintahan: Refleksi atas Kepemimpinan Kontemporer Prabowo Subianto

Jum'at, 23 Januari 2026 - 14:01 WIB
Salah satu kesamaan yang dapat dibaca secara positif adalah penekanan pada persatuan nasional. Gandhi menempatkan persatuan sebagai prasyarat utama bagi proses pembangunan sosial dan politik. Dalam konteks Indonesia hari ini, narasi persatuan yang kerap disampaikan oleh Presiden Prabowo dapat dibaca sebagai upaya menjaga kohesi sosial di tengah masyarakat yang majemuk dan pasca-kontestasi politik yang panjang.

Gandhi juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang tegas namun berorientasi pada tanggung jawab moral. Ketegasan, bagi Gandhi, bukanlah ekspresi dominasi, melainkan bentuk komitmen terhadap keteraturan sosial. Gaya kepemimpinan Prabowo yang dikenal tegas dapat dilihat sebagai upaya menghadirkan kepastian dan ketegasan negara, terutama dalam konteks menjaga stabilitas dan ketertiban nasional.

Dalam dimensi komunikasi politik, Gandhi menekankan kesederhanaan pesan dan kejelasan arah. Kepemimpinan yang efektif, menurutnya, tidak harus selalu kompleks dalam retorika, tetapi konsisten dalam tujuan. Hal ini memiliki resonansi dengan gaya komunikasi kepemimpinan Prabowo yang cenderung langsung, lugas, dan berorientasi pada pesan-pesan besar tentang kebangsaan dan kemandirian.

Konsep Swaraj, atau pemerintahan mandiri, juga dapat dibaca dalam konteks kontemporer sebagai dorongan terhadap kemandirian nasional. Gandhi memaknai Swaraj bukan hanya sebagai kemerdekaan politik, tetapi sebagai kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri. Narasi kemandirian, swasembada, dan penguatan kapasitas nasional yang muncul dalam kepemimpinan Prabowo memiliki keselarasan nilai dengan gagasan ini.

Dalam perspektif ekonomi moral, Gandhi menekankan bahwa pembangunan harus berpijak pada kepentingan rakyat luas, terutama mereka yang paling rentan. Prinsip ini tidak menolak pertumbuhan, tetapi mengingatkan bahwa pertumbuhan harus memiliki arah etis. Penekanan pemerintah saat ini pada pemerataan dan penguatan fondasi ekonomi nasional dapat dibaca sebagai upaya menuju pembangunan yang lebih berkeadilan, meskipun tentu masih memerlukan proses dan evaluasi berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!