Selamatkan Nyawa Pasukan Khusus Filipina, Prajurit Kopassus Serma Edi Sutono Dianugerahi Sangkur Perak

Selasa, 20 Januari 2026 - 06:54 WIB
“Pada ketinggian 5.000 hingga 4.500 kaki, Serma Edi masih mendampingi rekannya dengan posisi stabil. Namun, situasi berubah kritis ketika memasuki ketinggian 3.000 kaki. Serma Edi menyadari rekannya Sgt. Sabado tidak sadarkan diri atau blackout di udara,” tulis laman resmi Penkopassus dikutip SindoNews, Selasa (20/1/2026).

Tanpa mempedulikan keselamatan dirinya sendiri, Serma Edi Sutono melakukan pengejaran di udara (mid-air chase) untuk mendekati rekannya. Dengan kecepatan tinggi dan waktu yang sangat sempit, Serma Edi Sutono berhasil menjangkau dan menarik payung utama Sgt. Sabado hingga mengembang sempurna.

Sayangnya, aksi penyelamatan tersebut membuat Serma Edi Sutono kehilangan ketinggian aman. Saat dia berupaya mengembangkan payung utamanya sendiri, payung tersebut tidak mengembang dengan sempurna. Upaya darurat dilakukan Serma Edi dengan menarik payung cadangan hingga akhirnya menabrak pohon sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Akibat insiden itu, Serma Edi Sutono mengalami patah kaki.

Baca juga: Mutasi TNI Terbaru 2025, Jenderal Kopassus Brigjen Aulia Dwi Nasrullah Jadi Kapuspen

Pengorbanan dan keberanian menyelamatkan nyawa rekan inilah yang membuat Serma Edi Sutono layak mendapat sangkur perak dari Panglima Kopassus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!