Islah Bukan Solusi Polemik PBNU, Kiai Imaduddin Banten Sarankan Pengurus Inti Mundur Kolektif

Jum'at, 05 Desember 2025 - 21:41 WIB
"Tentu nggak bisa begitu saja islah, kemudian dilupakan karena data-data sudah ada di publik. Nggak bisa kemudian keduanya berjalan bersama-sama lagi seakan-akan tak pernah ada apa-apa," ujarnya.

Kondisi di tubuh PBNU saat ini, kata Kiai Imaduddin, membuat jamaah, pengurus, dan para kiai di akar rumput kebingungan. Seharusnya para pengurus inti PBNU bisa menjadi orang tua yang bisa memberikan tauladan kepada pengurus di tingkatan-tingkatan di bawahnya.

"Orang tua semacam ini harus muhasabah. 'Saya tidak bisa menjadi orang tua, tidak bisa menjadi Rais Aam, tidak bisa menjadi ketum, tidak bisa menjadi sekjen, tidak bisa menjadi bendum, tidak bisa menjadi uswatun khasanah, sudah saya mundur demi NU. Ini lebih bagus daripada harus diturunkan oleh 100 juta warga NU," katanya.

Kiai Imaduddin menilai pengunduran diri kolektif pengurus inti PBNU akan membuka jalan bagi proses recovery dan konsolidasi untuk memulihkan organisasi. Sebaliknya, terus memaksakan diri dengan pola islah semu hanya membuat luka semakin dalam.

"Kalau NU sekarang dalam masalah, saya khawatir musuh-musuh NU, musuh-musuh NKRI, akan masuk mengambil kesempatan, kemudian bisa membuat sesuatu yang tidak baik kepada bangsa, kepada NU secara khusus. Jadi saya khawatir jika gonjang ganjing yang tidak produktif di PBNU ini tidak dihentikan," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!