Ketum PBNU Gus Yahya: Masalah Internal NU Harus Dikembalikan ke AD/ART
Senin, 24 November 2025 - 06:27 WIB
Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 50 kiai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Hadir pula Syekh Ali Akbar Marbun dari Medan, Sumatera Utara—seorang Rais Syuriyah sekaligus anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) pada Muktamar ke-34 di Lampung empat tahun lalu.
Menurut Gus Yahya, para kiai sepuh yang hadir menyampaikan satu suara penyesalan atas apa yang terjadi dalam rapat harian Syuriyah beserta risalah yang beredar. "Tidak ada suara lain dari para kiai yang hadir ini selain menyesalkan apa yang terjadi dengan rapat harian Syuriyah yang lalu berikut yang disebut hasil berupa risalahnya," jelas Gus Yahya.
"Semuanya menghendaki agar segala sesuatu yang jadi masalah dalam organisasi dikembalikan kepada AD/ARR, dikembalikan kepada sistem aturan yang ada dan walaupun ada kekurangan-kekurangan, ganjalan-ganjalan harus diselesaikan bersama tanpa mengembangkan konflik diantara jajaran kepemimpinan yang ada," tambahnya.
Baca juga: Rais Aam Minta Gus Yahya Mundur dari Jabatan Ketum PBNU
Gus Yahya menambahkan segala kekurangan atau ganjalan internal seharusnya diselesaikan bersama, bukan diperuncing sehingga memicu konflik di jajaran kepemimpinan. Selain yang hadir secara langsung, sekitar 50 hingga 60 kiai lain mengikuti acara melalui Zoom karena usia sepuh atau lokasi yang jauh.
Menurut Gus Yahya, para kiai sepuh yang hadir menyampaikan satu suara penyesalan atas apa yang terjadi dalam rapat harian Syuriyah beserta risalah yang beredar. "Tidak ada suara lain dari para kiai yang hadir ini selain menyesalkan apa yang terjadi dengan rapat harian Syuriyah yang lalu berikut yang disebut hasil berupa risalahnya," jelas Gus Yahya.
"Semuanya menghendaki agar segala sesuatu yang jadi masalah dalam organisasi dikembalikan kepada AD/ARR, dikembalikan kepada sistem aturan yang ada dan walaupun ada kekurangan-kekurangan, ganjalan-ganjalan harus diselesaikan bersama tanpa mengembangkan konflik diantara jajaran kepemimpinan yang ada," tambahnya.
Baca juga: Rais Aam Minta Gus Yahya Mundur dari Jabatan Ketum PBNU
Gus Yahya menambahkan segala kekurangan atau ganjalan internal seharusnya diselesaikan bersama, bukan diperuncing sehingga memicu konflik di jajaran kepemimpinan. Selain yang hadir secara langsung, sekitar 50 hingga 60 kiai lain mengikuti acara melalui Zoom karena usia sepuh atau lokasi yang jauh.
Lihat Juga :