Din Syamsuddin Desak Polri Seret Penusuk Syekh Ali Jaber ke Pengadilan
Senin, 14 September 2020 - 21:18 WIB
Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin mengatakan, penusukan terhadap Syekh Ali Jaber merupakan kebiadaban yang semestinya tidak terjadi di negara Pancasila. FOTO/SINDOphoto/EKO PURWANTO
JAKARTA - Syekh Ali Jaber menjadi korban penusukan saat memberikan ceramah di Masjid Falahuddin, Jalan Thamrin Nomor 45 Suka Jawa, Bandarlampung, Minggu sore (13/9/2020). Akibatnya Syekh Ali Jaber mengalami luka tusuk di bagian lengan kanan dan harus dijahit sebanyak 10 jahitan.
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin mengatakan, penusukan yang dilakukan oleh pelaku bernama Alpin Andria merupakan kebiadaban yang semestinya tidak terjadi di negara Pancasila. Menurutnya, peristiwa ini merupakan pengulangan dari kejadian serupa sebelumnya. Pelakunya pun sama-sama mengaku atau diakui oleh Polri sebagai orang gila. Hingga sekarang tidak ada berita penyelesaian.
"Kini modus operandi serupa terulang kembali. Seyogyanya Polri jangan terlalu mudah percaya dengan pengakuan orang tua pelaku bahwa dia sudah empat tahun mengalami gangguan kejiwaan. Bukti-bukti/kesaksian banyak pihak yg beredar luas di media sosial bahwa Sdr. Alpin Andria tidak lah gila, seperti dia sering bermain media sosial, muncul di tempat umum sebagai orang waras, atau dia sedang memerlukan uang, dan lain sebagainya jangan lah dianggap remeh atau diabaikan oleh Polri," kata Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/9/2020). (Baca juga: Selain Syekh Ali Jaber, Menag Ungkap Ada Imam Salat Subuh Ditusuk )
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menilai tidak masuk akal jika seorang gila merencanakan suatu perbuatan penusukan. Pelaku mendatangi sebuah acara berpakaian rapih dengan sengaja membawa pisau, dan kemudian menuju sasaran tertentu.
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin mengatakan, penusukan yang dilakukan oleh pelaku bernama Alpin Andria merupakan kebiadaban yang semestinya tidak terjadi di negara Pancasila. Menurutnya, peristiwa ini merupakan pengulangan dari kejadian serupa sebelumnya. Pelakunya pun sama-sama mengaku atau diakui oleh Polri sebagai orang gila. Hingga sekarang tidak ada berita penyelesaian.
"Kini modus operandi serupa terulang kembali. Seyogyanya Polri jangan terlalu mudah percaya dengan pengakuan orang tua pelaku bahwa dia sudah empat tahun mengalami gangguan kejiwaan. Bukti-bukti/kesaksian banyak pihak yg beredar luas di media sosial bahwa Sdr. Alpin Andria tidak lah gila, seperti dia sering bermain media sosial, muncul di tempat umum sebagai orang waras, atau dia sedang memerlukan uang, dan lain sebagainya jangan lah dianggap remeh atau diabaikan oleh Polri," kata Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/9/2020). (Baca juga: Selain Syekh Ali Jaber, Menag Ungkap Ada Imam Salat Subuh Ditusuk )
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menilai tidak masuk akal jika seorang gila merencanakan suatu perbuatan penusukan. Pelaku mendatangi sebuah acara berpakaian rapih dengan sengaja membawa pisau, dan kemudian menuju sasaran tertentu.
Lihat Juga :