Quovadis Ahli Gizi dalam MBG

Jum'at, 07 November 2025 - 15:22 WIB
Belum lagi masalah stunting bisa diturunkan seperti target yang telah ditetapkan yaitu 14% pada tahun 2024, masalah kegemukan dan obesitas semakin bertambah. Oleh karena itu masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menyambut Indonesia Emas 2045.

Gizi dalam Siklus Kehidupan

Masalah gizi dapat muncul sepanjang siklus hidup dari bayi hingga lansia dan bahkan melalui tiga generasi seperti pada masalah stunting. Ilmu terkait substansi tersebut menjadi ilmu dasar seorang Ahli Gizi, yang dalam perannya harus mampu menghitung dan menilai gizi seseorang untuk sehat optimal.

Zat gizi dibutuhkan sejak pertumbuhan janin didalam kandungan. Dalam masa sembilan bulan tumbuh kembang janin sangat tergantung dari gizi ibu yang disalurkan melalui plasenta. Pentingnya Kesehatan dan gizi ibu tidak hanya ketika hamil tetapi sejak remaja sebagai upaya prevensi masa hamil.

Bayi sehat lahir dengan berat dan panjang badan optimal. Bayi lahir sehat memiliki berat badan diatas 2,5 kg dan panjang badan diatas 48 cm. Untuk dapat mepertahankan tumbuh optimal setelah lahir, program menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Imunisasi dasar lengkap wajib diberikan pada bayi untuk mencegah risiko penyakit menular. Pemberian makanan pendamping ASI secara benar dan berkualitas menjadi hal penting pertumbuhan bayi hingga usia dua tahun menjadi titik kritis terjadinya masalah gizi yang dapat bersifat kronis.

Bundi, seorang ilmuwan mengembangkan teori 8000 hari kehidupan sebagai ekstensi dari teori 1000 HPK (titik kritis pertama pertumbuhan) sebagai peluang kritis kedua pacu tumbuh yaitu usia remaja. Pertumbuhan optimal dari masa janin hingga remaja adalah modal Indonesia Emas memasuki usia produktif 2045.

Keterlibatan Ahli Gizi dalam MBG

Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya luhur untuk mewujudkan Generasi Emas. Dalam implementasinya program MBG cukup banyak mengalami masalah termasuk yang paling krusial adalah keracunan pada anak sekolah akibat praktek penyelenggaraan yang kurang terkontrol.

Peraturan Presiden No.83/2024 Bab III menyebutkan, struktur Organisasi dalam Badan Gizi Nasional terdiri dari unsur pimpinan dilengkapi dengan empat Deputi. Organisasi BGN juga dilengkapi dengan Dewan Pengarah yang terdiri dari tokoh negara, tokoh agama, tokoh Masyarakat, dan para purnawirawan TNI/Polisi/ASN dan akademisi.

Terlepas dari penilaian status gizi dan kesehatan, Ahli Gizi dibekali ilmu terkait pengolahan makanan, zat gizi yang terkandung dalam bahan makanan, proses pemasakan untuk menghindari terjadinya kerusakan gizinya, pemorsian makanan sesuai dengan kebutuhan gizi, risiko sakit akibat makanan (food borne disease), hingga hygiene sanitasi pada penjamah makanan dan tempat pengolahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!