Penyaluran Dana Otsus Diusulkan lewat BLT ke Rakyat Papua
Rabu, 05 November 2025 - 08:09 WIB
"Bagaimana mau mempercepat pembangunan kalau keuangannya tidak memungkinkan? Saya mengusulkan dinaikkan menjadi 6 persen dari DAU nasional. Namun dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal negara saat ini. Kenaikan awal bisa dilakukan di angka 3 persen agar lebih realistis dan berkeadilan," ujar Yanni.
Kenaikan alokasi dana Otsus ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan fiskal antarwilayah agar Papua memiliki kapasitas anggaran yang memadai untuk memperkuat layanan publik dan mengatasi ketimpangan.
Pada kesempatan sama, Yanni juga mengangkat pentingnya memperkuat identitas kultural dan spiritual Papua. Dia mengusulkan agar Papua diberi predikat Tanah Injili yang Diberkati atau sebutan lain yang memiliki spirit serupa sebagai penghormatan terhadap sejarah dan karakter masyarakat Papua.
"Di barat ada Aceh dengan sebutan Serambi Mekkah, di tengah ada Bali sebagai Pulau Dewata. Papua yang berada di timur Indonesia juga perlu dikenali dengan identitas yang bermartabat yakni Tanah Injili yang Diberkati," ujarnya.
Menurut Yanni, sebutan ini tidak dimaksudkan untuk menutup ruang bagi agama lain, tetapi sebagai simbol roh Otonomi Khusus yang menegaskan jati diri dan kebanggaan masyarakat Papua sebagai bagian dari Indonesia.
Kenaikan alokasi dana Otsus ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan fiskal antarwilayah agar Papua memiliki kapasitas anggaran yang memadai untuk memperkuat layanan publik dan mengatasi ketimpangan.
Pada kesempatan sama, Yanni juga mengangkat pentingnya memperkuat identitas kultural dan spiritual Papua. Dia mengusulkan agar Papua diberi predikat Tanah Injili yang Diberkati atau sebutan lain yang memiliki spirit serupa sebagai penghormatan terhadap sejarah dan karakter masyarakat Papua.
"Di barat ada Aceh dengan sebutan Serambi Mekkah, di tengah ada Bali sebagai Pulau Dewata. Papua yang berada di timur Indonesia juga perlu dikenali dengan identitas yang bermartabat yakni Tanah Injili yang Diberkati," ujarnya.
Menurut Yanni, sebutan ini tidak dimaksudkan untuk menutup ruang bagi agama lain, tetapi sebagai simbol roh Otonomi Khusus yang menegaskan jati diri dan kebanggaan masyarakat Papua sebagai bagian dari Indonesia.
(jon)
Lihat Juga :