Menkes: IMEDIC 2025 Jadi Forum Strategis Kembangkan Sektor Kesehatan
Senin, 03 November 2025 - 12:27 WIB
Dirinya mengingatkan, dalam ancaman biologi, kekuatan pertahanan ada di kerjasama lintas sektor. Karenanya, ia yakin diskusi yang diselenggarakan bermanfaat. “Sehingga jaringan kita dapat terus berkembang, dan mampu menghasilkan dampak yang positif terhadap sektor Kesehatan nasional,” tambah dr. Dian.
Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-namanya
Mewakili panitia penyelenggara, dr. Dian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan IMEDIC 2025 dan seluruh pesera yang hadir.
Ia berharap, IMEDIC 2025 memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan sektor kesehatan dan obat-obatan nasional.
“Saya ingin berterimakasih terhadap seluruh kontribusi yang telah diberikan terutama dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Perdokmil, partner nasional dan internasional,” tambahnya sembari mengucapkan selamat datang bagi perwakilan kedutaan besar dari Sri Lanka, Malaysia, dan Kanada.
Dalam keynote speech-nya mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerjasama WHO Prof Tikki Pangestu menjelaskan inovasi harus diimplementasikan untuk menghasilkan obat-obatan yang mampu mengatasi penyakit masyarakat.
“Setidaknya terdapat dua inovasi penting yang baru saya dengar yaitu stem cell therapy dan tobacco harm reduction" ungkap Prof Tikki.
Baca juga: 14 Perwira TNI Dimutasi ke Unhan Akhir September 2025, Berikut Nama-namanya
Mewakili panitia penyelenggara, dr. Dian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan IMEDIC 2025 dan seluruh pesera yang hadir.
Ia berharap, IMEDIC 2025 memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan sektor kesehatan dan obat-obatan nasional.
“Saya ingin berterimakasih terhadap seluruh kontribusi yang telah diberikan terutama dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Perdokmil, partner nasional dan internasional,” tambahnya sembari mengucapkan selamat datang bagi perwakilan kedutaan besar dari Sri Lanka, Malaysia, dan Kanada.
Dalam keynote speech-nya mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerjasama WHO Prof Tikki Pangestu menjelaskan inovasi harus diimplementasikan untuk menghasilkan obat-obatan yang mampu mengatasi penyakit masyarakat.
“Setidaknya terdapat dua inovasi penting yang baru saya dengar yaitu stem cell therapy dan tobacco harm reduction" ungkap Prof Tikki.
Lihat Juga :