Pengamat Sebut Reformasi Polri Harus Dimulai dari Dalam
Rabu, 22 Oktober 2025 - 17:08 WIB
Lukman menjelaskan, reformasi Polri harus dimulai dari dalam. Sebab menjadi rahasia umum dan tradisi hari ini untuk bisa menjadi seorang anggota polisi itu transaksional sekali. Ketika menjadi seorang polisi, lalu harus berpikir bagaimana caranya balik modal. "Jadi pembenahan harus dimulai dari situ karena menyangkut moralitas sebagai aparat negara. Ini harus dibenahi, bukan sekadar reformasi tapi revolusi total dan harus radikal,” ujarnya.
Menurut Lukman, sudah banyak anggota Polri yang mengeluhkan hal itu. Di mana ketika seorang anggota polisi memiliki integritas, dedikasi dan pengabdian yang jelas tapi tidak mempunyai akses atau orang dalam (ordal) di tingkat elite, selanjutnya kenaikan pangkatnya menjadi lamban.
"Dulu ada patung polisi di jalan raya saja, orang tidak mau berputar untuk melanggar lalu lintas. Baru sekedar simbol saja dulu polisi ditakuti dan masyarakat merasa tenang. Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada Polri, yang publik ketahui Polri adalah pelayan masyarakat dan abdi hukum atau abdi negara yang akan membereskan berbagai masalah yang ada di masyarakat," tuturnya.
Baca juga: 9 Tokoh Telah Ditunjuk Masuk Komite Reformasi Polri, Ada Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie
Polri harus kembali ke moral sesuai taglinenya, yaitu melayani, mengayomi, dan melindungi untuk memperbaiki citra Polri. Karena itulah yang kemudian membuat Polri ada atau benar-benar hadir ditengah masyarakat. "Citra kepolisian kini mengalami downgrade karena citra yang terbentuk akibat framing medsos," ungkapnya.
Menurut Lukman, sudah banyak anggota Polri yang mengeluhkan hal itu. Di mana ketika seorang anggota polisi memiliki integritas, dedikasi dan pengabdian yang jelas tapi tidak mempunyai akses atau orang dalam (ordal) di tingkat elite, selanjutnya kenaikan pangkatnya menjadi lamban.
"Dulu ada patung polisi di jalan raya saja, orang tidak mau berputar untuk melanggar lalu lintas. Baru sekedar simbol saja dulu polisi ditakuti dan masyarakat merasa tenang. Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada Polri, yang publik ketahui Polri adalah pelayan masyarakat dan abdi hukum atau abdi negara yang akan membereskan berbagai masalah yang ada di masyarakat," tuturnya.
Baca juga: 9 Tokoh Telah Ditunjuk Masuk Komite Reformasi Polri, Ada Mahfud MD dan Jimly Asshiddiqie
Polri harus kembali ke moral sesuai taglinenya, yaitu melayani, mengayomi, dan melindungi untuk memperbaiki citra Polri. Karena itulah yang kemudian membuat Polri ada atau benar-benar hadir ditengah masyarakat. "Citra kepolisian kini mengalami downgrade karena citra yang terbentuk akibat framing medsos," ungkapnya.
Lihat Juga :