Satu Tahun Prabowo-Gibran dan Kebangkitan Ekonomi Rakyat

Selasa, 21 Oktober 2025 - 17:58 WIB
Hasil serupa juga ditunjukkan oleh Index Politica (1–10 Oktober 2025), yang menyebut 83,5 persen responden puas terhadap kinerja Presiden Prabowo, dengan 90,8 persen masyarakat mengetahui kebijakan pemerintah melalui media massa dan media sosial.

Sementara dalam segi hukum, pemerintahan Prabowo-Gibran berupaya memperbaiki efektivitas penegakan hukum. Survei IndoStrategi Research & Consulting (September-Oktober 2025) menempatkan kinerja penegakan hukum dan pemberantasan korupsi pada skor 3,50 dari skala 5, menunjukkan tren positif di tengah tantangan struktural yang ada.

Penegakan yang dilakukan oleh lembaga penegak hukum mengalami peningkatan cukup tajam, terutama oleh Korps Adhyaksa Kejaksaan Agung. Kasus-kasus besar telah diungkap dan menyelamatkan keuangan negara hingga ratusan triliun rupiah.

Kasus korupsi BBM sebesar Rp285 triliun, kasus korupsi timah sebesar Rp271 triliun, kasus korupsi minyak sawit sebesar Rp17,7 triliun, dan kasus lainnya kini masih dalam tahap penyelidikan-penyidikan. Pengungkapan kasus korupsi dengan nilai fantastis ini merupakan yang terbesar dalam sejarah pemberantasan korupsi di negeri ini.

Dalam hal pemberantasan korupsi, Presiden Prabowo menegaskan komitmen reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan bersih. Sistem e-procurement dan pengawasan anggaran digital mulai diintegrasikan di lebih dari 80 persen lembaga negara (KemenPAN-RB, 2025). Meski jalan masih panjang, arah pembenahan kelembagaan sudah tampak jelas.

Pertahanan dan Keamanan



Dalam konteks pertahanan dan keamanan nasional, Prabowo melanjutkan upaya reformasi TNI dan modernisasi sistem pertahanan. Pembentukan komponen cadangan serta penguatan pertahanan siber dan maritim menjadi langkah strategis di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik.

Di matra laut, Indonesia telah merampungkan pembelian kapal induk bekas Giuseppe Garibaldi dari Italia, pembuatan kapal selam nirawak buatan dalam negeri, dan pembuatan kapal perang kelas berat yang telah selesai serta masih dalam produksi PT PAL Indonesia.

Di matra udara, Indonesia telah merampungkan perjanjian pembelian 42 pesawat canggih generasi 4,5 Rafale buatan Prancis, perjanjian produksi bersama dengan Turki untuk 48 pesawat tempur generasi 5 KAAN, dan rencana pembelian 42 pesawat generasi 4,5 Chengdu J-10 dari China.

Di matra darat, Indonesia memperkuat pertahanan dengan pembelian rudal canggih jelajah berdaya jangkau 280 km Tactical Ballistic Missile buatan Turki, yang merupakan rudal balistik pertama yang dimiliki oleh negara Asia Tenggara.

Diplomasi Internasional: Indonesia yang Lebih Percaya Diri



Tahun pertama pemerintahan ini juga ditandai oleh diplomasi luar negeri yang aktif dan produktif. Selama 2025, Presiden Prabowo melakukan 33 lawatan internasional, mencakup Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika.

Capaian konkret diplomasi ekonomi mencakup: Indonesia–Peru Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) ditandatangani 11 Agustus 2025, penyelesaian Indonesia–European Union CEPA (IEU-CEPA) pada 23 September 2025, dan penandatanganan Indonesia–Canada CEPA (ICA-CEPA) pada 24 September 2025.

Kesepakatan tersebut membuka akses ekspor bagi produk pertanian, tekstil, dan mineral hijau Indonesia. Selain itu, Prabowo membawa pulang komitmen investasi senilai US$18,57 miliar (Rp294,8 triliun) dari lawatan ke lima negara pada November 2024, termasuk China, Inggris, dan Uni Emirat Arab. Pada Juli 2025, Indonesia dan Arab Saudi menandatangani kesepakatan investasi senilai US$27 miliar, termasuk kerja sama kesehatan dan vaksinasi haji (Sumber: Kementerian Investasi/BKPM, 2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!