Hasil Survei: Mentan Andi Amran Menteri dengan Kinerja Terbaik Nomor 2
Minggu, 19 Oktober 2025 - 12:51 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, naik 12,62% dibanding periode yang sama tahun 2024 yakni 29,47 juta ton. USDA menyebut produksi beras Indonesia diperkirakan mencapai 34,6 juta ton pada tahun ini, sedangkan FAO memprediksi capaian mencapai 35,6 juta ton pada masa tanam 2025/2026.
Angka produksi Januari–November 2025 ini tidak hanya melampaui capaian tahun sebelumnya, tetapi juga menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Sebelumnya, capaian produksi tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 31,54 juta ton.
Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM Lilik Sutiarso menilai, tren tersebut menunjukkan target swasembada pangan 2025 sudah di depan mata.
“Target swasembada pangan yang semula empat tahun kini dipercepat menjadi satu tahun oleh pemerintah. Produktivitas pertanian meningkat dan dukungan infrastruktur sudah menyeluruh,” kata Lilik.
Menanggapi hasil survei dan capaian tersebut, Mentan Amran Sulaiman menegaskan swasembada pangan bukan lagi cita-cita, tetapi target realistis yang akan tercapai pada akhir 2025.
“Insya Allah, tahun ini kita capai swasembada pangan. Tidak ada lagi impor beras. Negara hadir untuk petani, menaikkan HPP gabah menjadi Rp6.500 per kilogram, memastikan pupuk subsidi 100% tersalurkan, dan menjaga stok beras tertinggi dalam dua dekade terakhir,” tegas Amran.
Dengan dukungan kebijakan yang terukur, peningkatan produksi yang berkelanjutan, serta kepercayaan publik yang tinggi, Indonesia kini berada di ambang sejarah baru, mencapai swasembada pangan 2025 dan menegaskan kedaulatan pangan sebagai pilar kesejahteraan nasional.
Angka produksi Januari–November 2025 ini tidak hanya melampaui capaian tahun sebelumnya, tetapi juga menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Sebelumnya, capaian produksi tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 31,54 juta ton.
Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM Lilik Sutiarso menilai, tren tersebut menunjukkan target swasembada pangan 2025 sudah di depan mata.
“Target swasembada pangan yang semula empat tahun kini dipercepat menjadi satu tahun oleh pemerintah. Produktivitas pertanian meningkat dan dukungan infrastruktur sudah menyeluruh,” kata Lilik.
Menanggapi hasil survei dan capaian tersebut, Mentan Amran Sulaiman menegaskan swasembada pangan bukan lagi cita-cita, tetapi target realistis yang akan tercapai pada akhir 2025.
“Insya Allah, tahun ini kita capai swasembada pangan. Tidak ada lagi impor beras. Negara hadir untuk petani, menaikkan HPP gabah menjadi Rp6.500 per kilogram, memastikan pupuk subsidi 100% tersalurkan, dan menjaga stok beras tertinggi dalam dua dekade terakhir,” tegas Amran.
Dengan dukungan kebijakan yang terukur, peningkatan produksi yang berkelanjutan, serta kepercayaan publik yang tinggi, Indonesia kini berada di ambang sejarah baru, mencapai swasembada pangan 2025 dan menegaskan kedaulatan pangan sebagai pilar kesejahteraan nasional.
(shf)
Lihat Juga :