Program Magang Nasional Harus Menjadi Jembatan Menuju Pekerjaan Layak, Bukan Alat Eksploitasi

Senin, 13 Oktober 2025 - 09:41 WIB
"Kami mendorong agar peserta magang diberikan prioritas untuk direkrut menjadi pekerja tetap setelah program berakhir, sebagai bentuk keberlanjutan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan," katanya.

Mirah menegaskan pentingnya pelibatan serikat pekerja dalam proses perancangan, pelaksanaan, hingga evaluasi program magang. Ini penting agar hak peserta magang terlindungi dan pelaksanaan program selaras dengan prinsip keadilan sosial.

Menurut Mirah, Aspirasi mendukung langkah pemerintah selama pelaksanaannya transparan, adil, dan melindungi hak-hak pekerja. "Magang harus menjadi jembatan menuju pekerjaan layak, bukan alat eksploitasi. Dengan pengawasan yang baik, program magang nasional dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia dan menciptakan hubungan industrial yang lebih sehat dan berkeadilan," pungkasnya.

Baca Juga: Kunjungi Menaker Bahas Program Magang Nasional, Seskab: Perluas Kesempatan Kerja

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengunjungi Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Kunjungan tersebut untuk berdiskusi mengenai perkembangan Program Magang Nasional bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor, serta jajaran Kemnaker. Informasi itu dibagikan lewat akun media sosial resmi @sekretariat.kabinet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!