Dukung Repatriasi Kekayaan Bangsa, Garuda Pulangkan Koleksi Sejarah dari Belanda
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 07:02 WIB
Direktur Utama Garuda, Indonesia Wamildan Tsani menyatakan maskapai merasa terhormat dapat menjadi bagian dari misi nasional ini. "Garuda Indonesia merasa terhormat dapat berperan aktif untuk memulangkan benda-benda yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia," ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Wamildan memastikan, penanganan benda-benda bersejarah ini dilakukan dengan standar layanan penerbangan terbaik dan penuh kehati-hatian. Prosedur khusus diterapkan untuk menjamin bahwa koleksi tersebut tiba di Tanah Air dalam kondisi aman dan prima.
Baca juga: Belanda Kembalikan 478 Harta Karun yang Pernah Dijarah saat Penjajahan ke Indonesia
Komitmen ini selaras dengan peran Garuda sebagai maskapai pembawa bendera bangsa (flag carrier) yang tak hanya melayani konektivitas, tetapi juga mendukung misi-misi kebudayaan dan diplomatik negara.
Proses pengembalian benda-benda bersejarah ini merupakan tindak lanjut konkret dari kesepakatan tingkat tinggi antara kedua negara. Repatriasi ini merupakan buah dari pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Belanda Willem-Alexander saat keduanya bertemu di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, pada 26 September lalu.
Wamildan memastikan, penanganan benda-benda bersejarah ini dilakukan dengan standar layanan penerbangan terbaik dan penuh kehati-hatian. Prosedur khusus diterapkan untuk menjamin bahwa koleksi tersebut tiba di Tanah Air dalam kondisi aman dan prima.
Baca juga: Belanda Kembalikan 478 Harta Karun yang Pernah Dijarah saat Penjajahan ke Indonesia
Komitmen ini selaras dengan peran Garuda sebagai maskapai pembawa bendera bangsa (flag carrier) yang tak hanya melayani konektivitas, tetapi juga mendukung misi-misi kebudayaan dan diplomatik negara.
Proses pengembalian benda-benda bersejarah ini merupakan tindak lanjut konkret dari kesepakatan tingkat tinggi antara kedua negara. Repatriasi ini merupakan buah dari pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Belanda Willem-Alexander saat keduanya bertemu di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, pada 26 September lalu.
Lihat Juga :