Dualisme Kembali Terulang, PPP Makin Sulit ke Senayan
Selasa, 30 September 2025 - 07:46 WIB
Dia melihat PPP justru memilih pemimpin dengan adu kekuatan, bahkan adu otot. “Masing-masing kubu dengan berbagai cara memaksakan kehendak agar pilihannya terpilih menjadi ketua umum,” katanya.
Dia juga melihat kubu Mardiono maupun Agus berupaya menjadi pemenang dengan menghalalkan segala cara. “Bagi mereka, kemenangan berarti menggenggam kekuasaan di internal partai,” imbuhnya.
Dia berpendapat, hal itu dilakukan karena kubu yang menang akan mengatur siapa yang akan duduk di kepengurusan DPP. Sementara kubu yang kalah akan terlempar dari kepengurusan DPP.
“Hukum seperti itu yang masih berlaku di partai politik, termasuk PPP. Karena itu, setiap kubu akan melakukan apa saja agar pilihannya menjadi pemenang,” ucapnya.
Dia melanjutkan, PPP akan lebih fokus pada konsolidasi internal. Akibatnya, sambung dia, PPP tak cukup waktu untuk membesarkan partai, terutama dalam meningkatkan elektoral.
“Masyarakat juga akan berpikir panjang untuk memilih PPP yang selalu berkonflik. Di mata masyarakat, partai ini tak layak dipilih karena mengurus partainya saja tidak becus,” kata dia.
Dia juga melihat kubu Mardiono maupun Agus berupaya menjadi pemenang dengan menghalalkan segala cara. “Bagi mereka, kemenangan berarti menggenggam kekuasaan di internal partai,” imbuhnya.
Dia berpendapat, hal itu dilakukan karena kubu yang menang akan mengatur siapa yang akan duduk di kepengurusan DPP. Sementara kubu yang kalah akan terlempar dari kepengurusan DPP.
“Hukum seperti itu yang masih berlaku di partai politik, termasuk PPP. Karena itu, setiap kubu akan melakukan apa saja agar pilihannya menjadi pemenang,” ucapnya.
Lalu, mampukah PPP kembali ke Senayan Parlemen?
“Kalau PPP masih menonjolkan konflik internal, tentu akan mempersulit partai ini kembali ke Senayan. Partai ini akan terus berkutat untuk membenahi internal yang tak kunjung usai,” ujar Jamiluddin.Dia melanjutkan, PPP akan lebih fokus pada konsolidasi internal. Akibatnya, sambung dia, PPP tak cukup waktu untuk membesarkan partai, terutama dalam meningkatkan elektoral.
“Masyarakat juga akan berpikir panjang untuk memilih PPP yang selalu berkonflik. Di mata masyarakat, partai ini tak layak dipilih karena mengurus partainya saja tidak becus,” kata dia.
Lihat Juga :