Hari Jantung Sedunia, Penurunan Obesitas Kunci Atasi Kardiovaskular
Minggu, 28 September 2025 - 19:54 WIB
Berdasarkan bukti terbaru, individu dengan obesitas memiliki risiko serangan jantung 75% lebih tinggi dibandingkan mereka dengan BMI di bawah 30.3. Menurut dia, 8 dari 10 pasien penyakit jantung mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Baca juga: Perbedaan Gejala Henti Jantung, Serangan Jantung, dan Gagal Jantung
"Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor pendorong terkuat terjadinya penyakit jantung," ucapnya.
Dia menegaskan, komitmennya dalam mendukung agenda nasional dalam menurunkan penyakit kardiovaskular dengan menangani obesitas melalui solusi inovatif berbasis bukti ilmiah. "Pada Hari Jantung Sedunia, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung agar orang Indonesia lebih memahami cara melindungi jantung mereka. Salah satu kontributor terbesar penyakit jantung adalah kelebihan berat badan dan obesitas,” ujarnya.
InfoComm, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) atau Indonesian Heart Association Vito A. Damay mengatakan, PNPK Obesitas menekankan perlunya mempertimbangkan pendekatan tambahan, seperti farmakoterapi dan prosedur bariatrik, khususnya bagi pasien dengan risiko kardiovaskular yang lebih tinggi.
“Bagi dokter spesialis jantung, penting untuk memandang obesitas dan penyakit jantung sebagai kondisi kronis yang saling terkait, serta memastikan pasien mendapatkan perawatan komprehensif berbasis bukti yang dapat menurunkan risiko,” Vito.
Baca juga: Perbedaan Gejala Henti Jantung, Serangan Jantung, dan Gagal Jantung
"Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor pendorong terkuat terjadinya penyakit jantung," ucapnya.
Dia menegaskan, komitmennya dalam mendukung agenda nasional dalam menurunkan penyakit kardiovaskular dengan menangani obesitas melalui solusi inovatif berbasis bukti ilmiah. "Pada Hari Jantung Sedunia, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung agar orang Indonesia lebih memahami cara melindungi jantung mereka. Salah satu kontributor terbesar penyakit jantung adalah kelebihan berat badan dan obesitas,” ujarnya.
InfoComm, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) atau Indonesian Heart Association Vito A. Damay mengatakan, PNPK Obesitas menekankan perlunya mempertimbangkan pendekatan tambahan, seperti farmakoterapi dan prosedur bariatrik, khususnya bagi pasien dengan risiko kardiovaskular yang lebih tinggi.
“Bagi dokter spesialis jantung, penting untuk memandang obesitas dan penyakit jantung sebagai kondisi kronis yang saling terkait, serta memastikan pasien mendapatkan perawatan komprehensif berbasis bukti yang dapat menurunkan risiko,” Vito.
Lihat Juga :