Kegagalan Negara Mengungkap Dalang Kerusuhan di Indonesia
Senin, 22 September 2025 - 16:07 WIB
Kita memahami kemarahan massa terhadap prilaku pejabat negara yang tidak sensitif dengan penderitaan masyarakat, tetapi kita tidak membenarkan perilaku anarkis dan tindakan penjarahan yang merupakan tindakan pidana, tidak sesuai dengan nilai luhur yang di miliki oleh bangsa Indonesia yang dikenal sebagai homo religius.
Demonstrasi dan aksi anarkis yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa, dan kerugian materi akibatpembakaran fasilitas umum, gedung pemerintah, gedung DPRD Sulsel, Rumah Dinas Wagub Jatim.
Data Resmi dari Komnas HAM mencatat, ada 10 korban meninggal dunia akibat aksi demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus 2025. Korban meninggal berasal dari empat daerah, yakni Jakarta, Makassar, Solo, dan Yogyakarta. Berbagai organisasi nonpemerintah meminta Presiden Prabowo Suabianto membentuk tim pencari fakta agar dapat mengungkap dalang peristiwa Agustus berdarah 2025.
Aksi demonstrasi mahasiswa Agustus 2025 merupakan aksi yang organik muncul dari kekecewaan masyarakat melihat perilaku KKN para penyelenggara negara, tetapi ada yang memanfaatkan aksi demonstrasi mahasiswa dengan melakukan tindakan anarkis.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mendorong Polri membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang bertugas menyelidiki dalang kerusuhan demonstrasi pada akhir Agustus 2025. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan bekerja sama dengan TNI, BIN, BAIS untuk mengungkap dalang kerusuhan pada akhir Agustus 2025.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada 31 Agustus 2025, yang mengaitkan demonstrasi dan aksi Agustus 2025 dengan tindakan makar dan terorisme memunculkan pertanyaan publik, apa yang telah terjadi dengan pemerintah, apakah aksi massa Agustus 2025 merupakan upaya menghancurkan kepercayaan rakyat kepada pemerintah, yang diawali dengan melakukan tuntutan pembubaran DPR, dan delegitimasi hasil Pemilu 2024.
Aksi Agustus 2025 sempat memunculkan isu darurat militer, apakah ini bertanda militer melihat terjadi konflik dalam pemerintahan sipil di Indonesia, sehingga militer mendapatkan peluang untuk tampil menyelamatkan negara.
Pemecatan Menko Polkam Budi Gunawan dan menggantinya dengan mantan Pangkostrad Djamari Chaniago memperkuat kecurigaan masyarakat, telah terjadi gerakan yang mengancam pemerintahan yang dapat berakibat kejatuhan Presiden Prabowo. Tetapi siapa yang melakukan itu, apakah ada kekuatan oposisi yang bekerja sama dengan aparat keamanan yang memanfaatkan gerakan demonstrasi mahasiswa Agustus 2025. Aksi maker sangat sulit dilakukan oleh kekuatan oposisi tanpa mendapatkan dukungan kekuatan bersenjata.
Selalu muncul silang pendapat di kalangan pengamat, elite politik, militer, tentang siapa dalang peristiwa 1998. Menjelang pemilihan presiden isu dalang kerusuhan Mei 1998 selalu muncul menjadi bola panas, isu dalang kerusuhan Mei 1998, meredup saat mereka mendapatkan kursi kekuasaan di pemerintahan Jenderal TNI (Hor) Prabowo Subianto diberhentikan dengan hormat dari kedinasan ABRI.
Demonstrasi dan aksi anarkis yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa, dan kerugian materi akibatpembakaran fasilitas umum, gedung pemerintah, gedung DPRD Sulsel, Rumah Dinas Wagub Jatim.
Data Resmi dari Komnas HAM mencatat, ada 10 korban meninggal dunia akibat aksi demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus 2025. Korban meninggal berasal dari empat daerah, yakni Jakarta, Makassar, Solo, dan Yogyakarta. Berbagai organisasi nonpemerintah meminta Presiden Prabowo Suabianto membentuk tim pencari fakta agar dapat mengungkap dalang peristiwa Agustus berdarah 2025.
Aksi demonstrasi mahasiswa Agustus 2025 merupakan aksi yang organik muncul dari kekecewaan masyarakat melihat perilaku KKN para penyelenggara negara, tetapi ada yang memanfaatkan aksi demonstrasi mahasiswa dengan melakukan tindakan anarkis.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mendorong Polri membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang bertugas menyelidiki dalang kerusuhan demonstrasi pada akhir Agustus 2025. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan bekerja sama dengan TNI, BIN, BAIS untuk mengungkap dalang kerusuhan pada akhir Agustus 2025.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada 31 Agustus 2025, yang mengaitkan demonstrasi dan aksi Agustus 2025 dengan tindakan makar dan terorisme memunculkan pertanyaan publik, apa yang telah terjadi dengan pemerintah, apakah aksi massa Agustus 2025 merupakan upaya menghancurkan kepercayaan rakyat kepada pemerintah, yang diawali dengan melakukan tuntutan pembubaran DPR, dan delegitimasi hasil Pemilu 2024.
Aksi Agustus 2025 sempat memunculkan isu darurat militer, apakah ini bertanda militer melihat terjadi konflik dalam pemerintahan sipil di Indonesia, sehingga militer mendapatkan peluang untuk tampil menyelamatkan negara.
Pemecatan Menko Polkam Budi Gunawan dan menggantinya dengan mantan Pangkostrad Djamari Chaniago memperkuat kecurigaan masyarakat, telah terjadi gerakan yang mengancam pemerintahan yang dapat berakibat kejatuhan Presiden Prabowo. Tetapi siapa yang melakukan itu, apakah ada kekuatan oposisi yang bekerja sama dengan aparat keamanan yang memanfaatkan gerakan demonstrasi mahasiswa Agustus 2025. Aksi maker sangat sulit dilakukan oleh kekuatan oposisi tanpa mendapatkan dukungan kekuatan bersenjata.
Kegagalan Mengungkap Dalang
Berbagai peristiwa konflik dan kerusuhan yang terjadi di Indonesia, antara lain kerusuhan Mei 1998, pembunuhan Dukun Santet di Banyuwangi 1998-1999, kerusuhan Ambon Maluku 1999-2002 selalu menyisahkan misteri tanda tanya siapa dalang dari berbagai peristiwa tersebut.Selalu muncul silang pendapat di kalangan pengamat, elite politik, militer, tentang siapa dalang peristiwa 1998. Menjelang pemilihan presiden isu dalang kerusuhan Mei 1998 selalu muncul menjadi bola panas, isu dalang kerusuhan Mei 1998, meredup saat mereka mendapatkan kursi kekuasaan di pemerintahan Jenderal TNI (Hor) Prabowo Subianto diberhentikan dengan hormat dari kedinasan ABRI.
Lihat Juga :